Blogroll

Mengenal Lebih Dekat Tentang Dasar Desain Grafis



    Mengenal Lebih Dekat Tentang Dasar Desain Grafis

    Desain grafis merupakan proses kegiatan komunikasi dengan menggunakan elemen visual, seperti fotografi, tipografi, dan ilustrasi yang dibuat untuk menciptakan presepsi akan suatu pesan. Untuk mempelajarinya Anda harus lebih dulu paham akan dasar-dasar desain grafis.
    Baca juga : cara mengatasi format damaged pada windows

    Dasar-dasar dalam Desain Grafis

    Ketika ingin mempelajari desain grafis tentu Anda harus mempelajari hal-hal paling mendasar terlebih dahulu. Untuk mengetahui lebih lanjut apa saja dasar-dasar desain grafis tersebut, simak beberapa uraian di bawah ini:

    1. Line atau Garis

    Garis merupakan elemen dasar yang menyusun sebuah desain grafis. Terdiri dari kumpulan titik-titik dan kemudian menjadi penanda dimana Anda saat membedakan antara objek satu dengan lainnya, serta memungkinkan audiens untuk mencerna suatu pesan.

    Garis biasanya berupa garis lurus (straight line) dan garis lengkung (curved line). Dengan menggunakannya, maka Anda bisa menemukan berbagai posibilitas dalam desain yang dibuat. Selain itu juga dapat membuat pola atau ritme.

    2. Shape atau Bentuk

    Shape merupakan area dua dimensi dengan batas yang dapat dikenali seperti lingkaran, segitiga, persegi, dan lain sebagainya. Bentuknya terbagi atas dua kategori berbeda yaitu geometris atau biasa serta organik dimana lebih bebas membuat bentuk.

    Shape adalah bagian penting ketika seseorang mengkomunikasikan gagasan secara visual. Mereka memberikan tekanan pada gambar agar dapat dikenali. Bentuk juga memiliki jumlah penggunaan yang banyak dalam desain sehari-hari.

    3. Texture atau Tekstur

    Tekstur merupakan elemen yang berguna untuk memberi nuansa dan penekanan tersendiri pada objek-objek ilustrasi sehingga jika digunakan dengan tepat, maka suatu pesan akan tersampaikan secara efektif. Selain itu, pemilihan gambar secara benar akan memberi nilai lebih terhadap desain.

    Tekstur juga berfungsi untuk memberi kesan agar desain yang Anda buat menjadi lebih hidup. Elemen satu ini dapat dikombinasikan dengan warna solid dan transparan. Pengaplikasiannya akan membuat gambar lebih baik dari sebelumnya.

    4. Balance atau Keseimbangan

    Balance merupakan distribusi bobot visual yang sama atau lebih spesifik lagi dalam satu elemen untuk menarik perhatian. Keseimbangan dapat dipengaruhi oleh banyak hal, seperti warna, jumlah, ukuran, dan ruang negatif.

    Balance juga dapat diartikan sebagai suatu kualitas dimana sebuah desain terlihat memiliki bobot setara antara elemen satu dengan lainnya. Prinsip keseimbangan dapat dicapai apabila Anda menggunakan potensi ekstrinsik dan intrinsik dari objek bersangkutan.

    5. Color atau Warna

    Warna merupakan elemen desain yang sangat penting, sebab secara psikologis manusia dapat mengenali warna terlebih dahulu dari pada teks. Adanya hal ini dalam layout juga dapat menyampaikan mood, menarik perhatian, membuat gambar, dan mengidentifikasi objek.

    Warna dapat digunakan untuk sorot elemen penting dan utama dalam desain. Hal itu juga dapat mempengaruhi emosi serta jiwa seseorang yang melihatnya, maka dari itu proses pemilihan harus benar-benar dilakukan dengan baik.

    6. Type atau Teks

    Salah satu elemen yang tidak kalah penting yaitu teks, merupakan kumpulan huruf untuk menyampaikan suatu pesan visual dalam desain grafis. Pada proses penggunaanya harus benar-benar diperhatikan agar tidak membosankan dan dapat menarik perhatian.

    Berbeda dengan penggunaan teks saat kepentingan tata letak atau layout yang mana lebih menekankan pada fungsinya. Sebagai media penyampaian pesan, maka dalam desain vector hal ini diperlakukan seperti objek lainnya.

    7. Contrast atau Kontras

    Kontras lebih berkaitan dengan penekanan elemen satu dengan elemen lainnya. Memiliki prinsip negasi, dimana sebuah objek akan dapat terlihat secara jelas karena ada gambar lain yang mempunyai kualitas berbeda untuk mempertegasnya.

    Kontras akan sangat diperlukan ketika memberi bobot pada desain yang dibuat dan memberi arti lebih pada suatu objek. Kemudian Anda bisa mengarahkan audien untuk mencermati gambar sesuai maksud dari isi pesan di dalamnya.

    8. Value

    Ketika semua elemen desain grafis digabungkan maka akan timbul yang namanya value, merupakan bagian dasar dan berisi tentang bagaimana desain bisa mengikat emosi serta suasana hati dari audiens saat melihat hasil desain.

    Value dikemas selaras dengan konsep desain yang diusung supaya ada keharmonisan antara keduanya. Hasilnya, desain akan menjadi lebih kuat. Maka dari itu, sebelum membuatnya Anda harus berfikir dengan betul sebelum menerapkan.

    Jadi itu tadi beberapa dasar-dasar desain grafis yang perlu Anda ketahui ketika akan memperlajari cara melakukannya. Semoga artikel ini dapat bermanfaan dan bisa menambah pengetahuan para pembaca sekalian.