Blogroll

Tugas Dan Pengertian Administrasi Infrastruktur Jaringan



    Tugas Dan Pengertian Administrasi Infrastruktur Jaringan

    Dalam sebuah jaringan pasti dibutuhkan administrator untuk mengelola dan mengatur jalannya program, agar tidak ada kesalahan baik dalam skala kecil atau besar. Selain itu juga memiliki beberapa tugas lain yang dilakukan olehnya yaitu administrasi infrastruktur jaringan.
    Baca juga : cara membuat dino run berlari tanpa henti pada chrome

    Apa saja Kegunaan dari Administrasi Infrastruktur Jaringan

    Administrasi infrastruktur jaringan adalah pekerjaan yang dikerjakan oleh administrator jaringan untuk mengaturnya agar berjalan dengan baik dan tidak ada kebocoran data. Adapun tugas-tugas lainnya yaitu sebagai berikut:

    1. Menginstall dan Mengkonfigurasi Server

    Tugas pertama administrator jaringan adalah menginstall dan mengkonfigurasi server. Biasanya perusahaan menggunakan sistem operasi Linux. Setelah melakukan instalasi, selanjutnya adalah konfigurasi alamat IP serta koneksi jaringannya.

    2. Menginstall dan Mengkonfigurasi Perangkat Lunak Aplikasi

    Setelah menginstall dan mengkonfigurasi server, selanjutnya tugas administrator jaringan adalah melakukan instalasi dan konfigurasi perangkat dan aplikasi yang akan digunakan di dalam jaringan itu.

    3. Membuat dan Mengelola Data Pengguna

    Membuat dan mengelola data pengguna juga termasuk ke dalam tugas administrator. Ini menjadi salah satu hal terpenting pada administrasi jaringan, karena mencegah sembarang orang masuk ke dalamnya.

    4. Mencadangkan dan Memulihkan File

    Mencadangkan dan memulihkan file sangat penting di dalam hal administrasi jaringan. Tugas ini dilaksanakan oleh administrator agar data yang hilang tetap aman jika terjadi kesalahan atau masalah pada server.

    5. Mengkonfigurasi Keamanan Sistem

    Keamanan sistem dalam administrasi jaringan sangat dibutuhkan untuk melindungi data-data yang tersimpan di dalam sebuah server atau sistem. Karena itu, konfigurasi harus dilakukan agar semua informasinya terjaga.

    6. Menggunakan Tool untuk Memonitor Keamanan Jaringan

    Untuk mengontrol sebuah jaringan, administrator diharuskan menggunakan dan memanfaatkan tool di sana untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Karena jika dilakukan langsung, bisa sangat beresiko kepada keamanan.

    Alat-alat Infrastruktur Jaringan

    Berikut beberapa alat insfrastruktur jaringan yang sering ditemui:

    1. Kabel Jaringan

    Kabel jaringan menjadi media transmisi untuk menghubungkan dua komputer agar keduanya bisa saling membagikan data. Terdapat beberapa jenis yang biasa digunakan, yaitu UTP, coaxial, dan fiber optic.

    2. Router

    Router adalah alat yang berfungsi untuk menghubungkan 2 jaringan atau lebih hingga bisa saling bertukar data dari 1 ke lainnya. Cara kerja perangkat ini hampir mirip dengan bridge karena mampu menggabungkan semua komponen.

    3. Wireless Card

    Wireless card adalah salah satu alat yang mampu menyatukan dua device tanpa menggunakan kabel. Berarti, dua komputer atau lebih bisa terhubung melalui sebuah jaringan wifi. Sekarang Anda tidak perlu membelinya secara terpisah berbeda dengan komputer lama.

    4. LAN Card

    Sama seperti perangkat jaringan lainnya, LAN card memiliki fungsi menghubungkan dua device atau lebih menggunakan kabel sebagai media transmisi. Selain itu, alat ini juga mampu mengubah aliran data dari paralel menjadi serial.

    5. Modem

    Modulator Demodulator atau yang biasa disebut modem adalah perangkat jaringan untuk mengubah sinyal dari digital menjadi analog juga sebaliknya. Ketika modem menerima sinyal analog, maka ia harus mengubahnya jadi digital agar dapat diteruskan ke komputer.

    6. Bridge

    Bridge adalah salah satu perangkat jaringan berfungsi untuk memperluas sebuah jaringan. Cara kerjanya yaitu mengenali alamat MAC yang mengirimkan data ke jaringan. Kemudian secara otomatis ia akan membuat tabel internal memisahkan segmen-segmen.

    7. Hub

    Hub adalah perangkat jaringan yang berfungsi mengubah sinyal transmisi agar 2 komputer atau lebih dapat terhubung satu sama lain. Alat ini tidak bisa memilah data-data, jadi akan tersebar ke semua device dan bisa menyebabkan tabrakan data.

    8. Switch

    Switch memiliki fungsi yang mirip dengan hub, tetapi perangkat ini sudah mampu mengatasi masalah tabrakan data. Selain itu, ia juga berkecepatan lebih dalam hal transfer data ataupun luas jaringan.

    9. Repeater

    Repeater adalah perangkat jaringan yang berfungsi untuk memperluas cakupan jaringan sinyal wifi agar alat lain dapat terhubung. Cara kerjanya yaitu menerima sinyal, lalu memancarkan kembali dengan lebih luas dan kuat.

    10. Access Point

    Access point atau jalur akses adalah perangkat jaringan yang berfungsi untuk menghubungkan wireless dengan LAN. Alat ini terdiri atas antena dan transceiver sebagai pengirim serta penerima sinyal klien.

    Itu tadi adalah penjelasan mengenai administrasi infrastruktur jaringan. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan Anda. Sekaligus bisa diterapkan untuk menjaga data-data yang penting dalam sebuah server.