Blogroll

Pengertian Dan Jenis-Jenis Kata Kerja Bahasa Inggris v1 v2 v3



    Pengertian Dan Jenis Kata Kerja Bahasa Inggris v1 v2 v3

    Pelajaran bahasa Inggris terbagi menjadi beberapa bagian disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Salah satu materinya adalah pendalaman kata kerja bahasa Inggris. Pelajaran ini bertujuan agar pelajar atau seseorang yang mempelajari dapat mengetahui jenis-jenis dan penggunaannya.
    Baca juga : ekosistem adalah? - pengertian, komponen dan jenis-jenisnya

    Cara Mempelajari Kata Kerja Bahasa Inggris?

    Pertanyaan tersebut mewakili dari beberapa orang yang kesulitan mempelajari kata kerja bahasa Inggris dan artinya. Sebelumnya harus diketahui terlebih dulu beberapa jenisnya.Lalu bagaimana penjelasan lebih lengkapnya beserta penggunaannya? Berikut ulasannya:
    Pengertian Dan Jenis Kata Kerja Bahasa Inggris v1 v2 v3
    Pengertian Dan Jenis Kata Kerja Bahasa Inggris v1 v2 v3

    1. Auxiliary Verb

    Kata kerja jenis ini digunakan sebelum kata kerja utama atau biasa disebut dengan main verb. Bentuk ini dibagi lagi menjadi tiga antara lain, primary auxiliary verb, modal auxiliary verb dan phrasal modal. Dari ketiganya memiliki perbedaan fungsi yang mana mempengaruhi rangkaian kalimat.

    Primary auxiliary verb digunakan sebagai penguat makna dari kata kerja utama serta contoh kata bentuk ini adalah be, do have. Modal auxiliary verb berfungsi untuk mengekspresikan willingness, ability, possibility, suggestion dan advice.

    Sedangkan yang termasuk dalam jenis tersebut yakni : can, could, may, might, will, would, shall, should, must. Phrasal modal bertujuan agar makna mind verb menjadi kuat  (be able to, be going to, ought to, used to, etc).

    2. Linking Verb

    Kata kerja penghubung bertujuan sebagai verb dalam rangkaian kalimat. Karakteristiknya tidak selalu mempunyai bentuk tradisional seperti eat, drink, sleep. Jenis ini memiliki peran penting dalam kumpulan kata sehingga terbentuk susunan yang sempurna.

    Peran penting dari linking verb juga sebabkan karena keberadaanya untuk menghubungkan subjek dengan kata benda. Contoh bentuk kata kerja ini sebagai berikut, feel, look, smell, sound, taste, become, continue, grow, seem, dan be. Verb ini hanya memiliki satu jenis sehingga tidak terdapat ragam lainya.

    3. Transitive and Intransitive Verb

    Transitive verb merupakan kata kerja yang bagian belakang diikuti direct object untuk medapatkan aksi dari subject. Contoh bentuk ini antara lain, bring, buy, hit, send, dan want. Kalimat yang terbentuk akan sesuai dengan rumus SPO.

    Intransitive verb berbeda dengan transitive namun yang membedakan hanya kata kerja ini tidak membutuhkan objek. Penempatan dalam kalimat yakni setelah verb adalah adverb. Contohnya adalah arrive, come, listen, sneeze, dan work.

    4. Regular And Irregular Verb

    Regular verb ditandai dengan kata kerja untuk bentuk kedua (past tense) dan ketiga (past participle) hanya menambahkan suffix –ed atau –d. Contoh yang dapat digunakan antara lain: arrive, help, put, walk. Jenis ini lebih mudah untuk diterapkan sehingga tidak perlu menghafalkan perubahannya.

    Irregular verb lebih bervariasi untuk bentuk past tense dan past particple sehingga memerlukan daya ingat untuk menghafal perubahannya. Contoh kata yang masuk dalam kategori ini adalah come, meet, run, sing, taste. Penggunaannya harus memperhatikan waktu lampau sehingga ini menjadi poin penting dalam jenis tersebut.

    5. Action and Stative Verb

    Action verb berfungsi untuk menunjukkan bahwa subjek sedang melakukan suatu aksi atau menyatakan terjadi sesuatu. Sesuai dengan nama yang digunakan bentuk ini menjadikan kalimat yang sebelumnya statis menjadi ada pergerakan. Contoh kata kerja yang masuk dalam bentuk ini yakni : eat, listen, play, study, dan walk.

    Stative verb merupakan kata kerja yang penggunaannya tidak menjadikan suatu kalimat hidup jadi lebih bersifat statis. Bentuk ini akan cenderung tidak mengalami perubahan sehingga hanya akan menjadi kalimat pernyataan. Contoh dalam jenis ini adalah, have, love, prefer, seem, dan owe.

    6. Finite and Non-Finite Verb

    Finite verb mengindikasikan kata kerja yang digunakan dipengaruhi tense (present atau past) dan agreement dengan subjek dalam menunjukkan orang (pertama, kedua ketiga) serta number (singular/plural).

    Jenis lain yang termasuk pada kelompok ini antara lain, transitive and intransitive verb, action and stative verb, linking verb dan auxiliary verb. Contoh kalimat, you are growing up so fast. Non-finite verb berkebalikan dengan finite sehingga tidak berhubungan dengan subjek dalam person dan number.

    Kelompok verb yang termasuk dalam ketegori ini antara lain, present participle (-ing form), past participle (-ed form), infinitive (to + verb) serta bare infinitive. Contoh kalimat, you’re growing up so fast.

    7. Causative Verb

    Kata kerja jenis ini untuk menunjukkan bahwa subjek sedang melakukan aksi. Contoh dari bentuk ini seperti let, make, have dan get. Kalimat yang dibumbui dengan verb ini akan bersifat hidup.

    Banyak contoh kata selain yang disebutkan di atas. Verb ini tidak memiliki banyak rumus sehingga mudah dalam penerapannya. Biasanya jenis-jenis seperti ini banyak digunakan dalam bentuk waktu sekarang.

    8. Phrasal Verb

    Kata kerja ini tidak hanya berbentuk simple yang mana terdiri dari satu kata namun berbentuk frasa. Jenis ini merupakan kombinasi antara adverb (kata keterangan) dengan preposition (kata depan).

    Bentuk kalimat ungkapan bisa diketahui mengandung verb ini akan tetapi yang lebih mudah ditebak dalam tipe lain. Contoh phrasal verb antara lain, call on, carry out, get in, give away, make up, read over, run out, take off, turn off, dan wake up.

    Rata-rata berbentuk kalimat pendek sehingga jauh dari bentuk sempurna. Kata kerja ini sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Karakteristiknya tidak bersifat formal lebih kepada non-formal.

    9. Voice and Mood

    Voice merupakan kata kerja yang digunakan untuk menyatakan suatu subjek  melakukan/menerima aksi atau tidak. Ada dua jenis dalam bentuk ini antara lain active voice yang artinya person beraksi serta passive voice maknanya seseorang mendapatkan aksi.

    Contoh dari kalimat voice antara lain, I have cleaned my room, the book was edited by Beatrice Sparks. Jenis kedua yakni mood yang mana berguna untuk menggambaran sikap penulis atau pembicara terhadap apa yang ditulis atau diucapkan.

    Bentuk ini dibedakan menjadi tiga yaitu indicative (pernyataan) dan subjunctive (menunjukkan unreal situation, requirement atau suggestion) serta imperative (perintah, peringatan, nasehat, intruksi, permintaan).

    10. Verbal

    Verbal merupakan kata kerja yang memiliki fungsi sebagai part of speech lan. Jenis ini terbagi menjadi tiga kelompok, pertama gerund (-ing) bertujuan sebagai noun (kata benda). Kedua infinitive (to + verb) menunjukkan noun, adjective, dan adverb serta participle (-ed dan –ing) sebagai adjective.

    Contoh kalimat yang menggunakan verbal antara lain, noun direct object ( he hates waiting). Infinitive phrase berfungsi sebagai noun subject ( to travel this week is a bad idea). Participle menggambarkan adjective yang menerangkan heart (hae you ever had a broken heart ?).

    Demikianlah penjelasan terkait kata kerja bahasa Inggris v1 v2 v3. Dengan memahami beberapa penjelasan di atas, diharapkan Anda bisa lebih paham dengan beberapa jenis kata kerja. Terlebih jika sedang memberi arahan kepada buah hati yang sedang belajar #dirumahsaja.