Blogroll

Materi Rangkuman Sejarah Kelas X Semester 2 Lengkap



    Rangkuman sejarah kelas X

    Ilmu sejarah menjadi salah satu pelajaran wajib yang perlu diajarkan di bangku sekolah tingkat SMP. Tidak hanya membahas mengenai detail perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan saja, melainkan juga mengulas lengkap tentang asal usul manusia. Tidak heran jika rangkuman sejarah kelas X semester 2 perlu dipelajari.
    Baca juga : mengenal apa itu dropshipper, keuntungan, cara kerja dan peluangnya

    BAB 1: Hakikat dan Ruang Lingkup Sejarah

    Sejarah merupakan ilmu yang membahas suatu peristiwa atau kejadian lampau dalam kehidupan manusia. Hal ini menjadikan cerita baru untuk masa ke depannya. Oleh karena itu, mengapa pengetahuan tersebut penting dipelajari bagi semua aspek. Lantas apa saja yang dipelajari:

    1. Asal Kata Sejarah

    Meskipun sama-sama memiliki makna yang serupa, namun penggunaan istilah sejarah didasarkan dari tiga bahasa yaitu Arab, Inggris dan Jerman. Ketiganya mempunyai arti hampir mirip sehingga orang-orang menjadikannya dasar menggunakan kata tersebut.

    Berasal dari bahasa Arab yaitu istilah Syajarotun berarti pohon. Sedangkan diambil dari Inggris yakni kata history yang memiliki arti masa lampau dari umat manusia. Sementara Jerman yaitu geschict mempunyai makna sesuatu telah terjadi.

    2. Tiga Aspek Sejarah

    Tiga aspek sejarah yang berdiri sebagai komponen adalah masa lampau, kini dan akan datang. Ketiganya sama-sama memiliki pengaruh dalam membentuk cerita dan dijadikan sebuah pelajaran hingga sekarang.

    Masa lampau adalah fakta sudah terjadi sehingga bersifat kekal dan tidak dapat diubah. Sedangkan untuk waktu kini bisa diartikan sebagai pelajaran agar tidak mengulang sejarah kelam pada sebelumnya. Sementara yang akan datang bermakna supaya lebih berhati-hati dalam bertindak.

    3. Sifat Peristiwa Sejarah

    Peristiwa sejarah yang pertama yaitu bersifat abadi karena tidak dapay diubah sehingga hanya bisa dikenang sepanjang waktu dalam kehidupan manusia. Kedua yaitu memiliki sifat unik, karena dapat terjadi cukup satu kali dan kemungkinan terulangnya serupa untuk kedua kalinya adalah nihil.

    Sementara peristiwa sejarah yang ketiga yaitu bersifat penting karena dijadikan peringatan atau momentum sebab menentukan nasib hidup orang banyak nantinya. Seluruh sifat tersebut menggambarkan bahwa masa lampau hanya terjadi sekali dan tidak dapat diubah untuk saat ini.

    4. Macam-macam Sejarah

    Macam sejarah yang pertama yaitu sebagai peristiwa karena memiliki bebagai fakta kejadian pada masa lampau. Jenis kedua yakni kisah sebab merupakan hasil penelitian dari ahli-ahli terdahulu sehingga dapat dikisahkan hingga sekarang.

    Macam yang ketiga yaitu sebagai ilmu karena berbagai kejadin masa lampau telah disusun secara sistematis dan dapat dijadikan sebagai materi pengetahuan untuk saat ini. Sedangkan terakhir yaitu seni, karena menjadi petunjuk moral bagi penulis dalam penulisannya menceritaakan kembali.

    5. Syarat Sejarah Sebagai Ilmu

    Meskipun sudah menjadi salah satu ilmu pengetahuan yang penting untuk dipelajari, namun terdapat empat syarat harus dipenuhi sebelum dijadikan sebuah pengetahuan bagi orang banyak. Pertama yaitu mempunyai objek kejadian yaitu kejadian.

    Kedua, mempunyai metode yang tepat dan jelas untuk menghubungkan kejadian-kejadian pada masa lampau sehingga bisa dijadikan bukti. Ketiga, kisah telah tersusun secara urut mulai dari awal kejadiannya. Terakhir, kebenaran fakta tersebut ada karena adanya penelitian oleh para ahli.

    6. Kegunaan Sejarah

    Terdapat tiga kegunaan sejarah yang penting untuk diketahui, yaitu sebagai edukatif. Yakni memberikan pelajaran berupa pengalaman pada masa sebelumnya atau sekarang. Kedua, inspiratif karena membagikan ilham dan inspirasi kepada pembaca maupun pendengarnya.

    Kegunaan yang terakhir yaitu sebagai rekreatif karena bisa memberikan hiburan segar, estetis serta perasaan senang kepada banyak orang setelah mempelajarinya. Ketiganya menjadi alasan mengapa ilmu ini penting untuk dipelajari.

    BAB 2: Tradisi Sejarah Masyarakat Indonesia Masa Pra Aksara dan Aksara

    Jejak sejarah yang ditinggalkan oleh manusia pada zaman dahulu dapat dibagi menjadi dua. Pertama yaitu historis dimana menurut ahli mempunyai informasi mengenai kejadian-kejadian lampau sehingga bisa ditulis kembali. Kedua yakni non historis karena tidak memiliki hubungan dengan urutan peristiwa. Berikut ulasan lengkapnya:

    1. Zaman Paleolitikum

    Zaman paleolitikum juga biasa dikenal sebagai batu kasar karena kebiasaan orang dahulu masih menggunakannya sebagai alat bertahan hidup. Kebanyakan tempat tinggal mereka masih bersifat nomaden atau sering berpindah tempat pada gua-gua secara bergantian.

    Manusia yang terkenal pada zaman ini ialah Pithecantropus. Mereka bertahan hidup melalui cara foof gathering atau mengumpulkan makanan. Beberapa peninggalannya yaitu, kebudayaan Pacitan dengan adanya chooper biasa dikenal kapak genggam dan Ngandong terdapat bone culture.

    2. Zaman Mesolitikum

    Berkembang dari zaman paleolitikum, pada masa mesolitikum dipercaya manusia pada waktu tersebut sudah mengalami kemajuan hidup. Sedangkan peningalan yang paling terkenal yaitu kjokkenmodinger atau sampah kerrang.

    Selain itu, juga dikenal istilah Abris Sous Roche dimana manusia pada zaman Mesolitikum sudah menjadikan gua sebagai tempat tinggal mereka dengan semi nomaden. Peralatan yang menjadi peninggalan yaitu kapak genggam, kapak pendek dan pipisan.

    3. Zaman Neolitikum

    Selanjutnya yaitu neolitikum yang dijuluki dengan zaman batu halus karena peralatannya sudah mengalami proses dahulu tidak seperti pada masa Paleolitikum. Manusia pada masa ini sudah memiliki kemampuan dalam food producing yakni bercocok tanam seperti ubi dan padi dalam bertahan hidup.

    Pada masa ini, peralatan yang digunakan dipercaya sudah lebih bagus daripada zaman sebelumnya yaitu kapak lonjong dan persegi. Selain itu, juga diketahui bahwa terjadi perpindahan penduduk daratan Asia menuju Nusantara sebagai bangsa Proto Melayu di tahun 1500 SM.

    4. Tradisi Megalitikum

    Pada tradisi Megalitikum, telah ditemukan banyak sekali peninggalan manusia terdahulu mulai dari cara pengolahan makanan, tradisi pemakaman, menggunakan gua sebagai tempat tinggal dan kebiasaan lainnya. Salah satunya yaitu dolmen berupa meja batu berukuran besar seperti altar.

    Selain itu, juga ditemukan menhir di Sumatera Selatan, Kalimantan dan Sulawesi Tengah. Fungsinya dipercaya sebagai tempat roh nenek moyang berupa tugu besar dari batu. Pada tradisi megalitikum, dijumpai adanya sarkofagus atau waruga sebagai kuburan peti manusia pada zaman tersebut.

    5. Tradisi Zaman Perundagian

    Pada zaman perundagian, dipercaya bahwa manusia pada masa tersebut sudah berkembang memiliki kemampuan lebih dalam membuat berbagai peralatan berbahan logam. Keahlian ini dikeanal dengan sebutan budaya dongson.

    Beberapa alat logam yang telah ditemukan adalah nekara berupa tambur besar, kapak corong atau sepatu serta arca perunggu. Selain itu, manusia pada zaman itu juga sudah mengenal sistem pengairan dan sawah dalam bercocok tanam sebagai upaya untuk bertahan hidup.

    Kemampuan Manusia Pada Zaman Pra Aksara

    Meskipun manusia pada zaman pra aksara sudah semakin berkembang, namun berbagai kemampuannya cenderung berubah ketika kebudayaan Hindu-Budha telah memasuki wilayah Indonesia. Berikut beberapa penjelasannya:

    1. Kemampuan Berlayar

    Selain mengenal sawah, manusia pada zaman pra aksara juga telah mempelajari bagaimana cara yang tepat untuk berlayar. Mereka cenderung membuat berbagai jenis perahu untuk mengarungi laut sebagai usaha bertahan hidup.

    Pertama, terdapat perahu candik yang memakai alat berbahan dasar bambu dan dipasang pada kedua sisi masing-masing. selain itu, terdapat kapal lesung merupakan sampan terbuat dari satu batang kayu telah dikeru dan berbentk memanjang.

    2. Kemampuan Bersawah

    Sejak zaman neolitikum, manusia pra aksara sudah memiliki kemampuan sederhana dalam mengelola ladangnya. Meskipun masih menanam sedikit jenis tanaman, namun hal ini membuat mereka berhasil bertahan hidup untuk food producing.

    Diawali dengan mengelola ladang secara sederhana, manusia pra aksara tersebut mulai mempelaari sistem pengairan demi meningkatkan produktivitasnya. Semakin bertambahnya volume otak dan membuat mereka menjadi lebih berfikir, akhirnya berhasil memiliki keahlian dalam mengatur sawahnya.

    3. Kemampuan dalam Ilmu Astronomi

    Salah satu keahlian yang mereka pelajari secara otodidak selanjutnya yaitu kemampuan dalam ilmu astronomi. Manusia pada zaman tersebut sudah mulai mengenal teknologi angin musim untuk mengetahui efeknya terhadap aktivitas perdagangan dan pelayaran.

    Selain itu, mereka juga sudah mulai mengenal bagaimana perbedaan musim yang akan datang selanjutnya. Manusia pada zaman tersebut telah mempelajari berbagai rasi bintang sebagai salah satu pertanda. Misalnya waluku sebagai petunjuk datangnya hujan.

    4. Kemampuan Mengenali Arah Mata Angin

    Salah satu kemampuan manusia pra aksara yaitu mengenali arah mata angin lewat rasi bintang yang terbentuk. Misalnya biduk selatan dan pari sebagai petunjuk selatan. Hal ini berfungsi sebagai petunjuk saat mereka sedang melakukan pelayaran.

    Selain memanfaatkan rasi bintang, mereka juga menggunakan sistem macopat dalam mengenali empat arah mata angin. Kemampuan ini dakui sebagai kepercayaan manusia pra aksara untuk mengetahui petunjuk dari barat, timur, utara dan selatan.

    5. Kesenian Wayang dan Gamelan

    Manusia pada zaman pra aksara juga sudah mengenali kesenian wayang yang didasarkan atas pemujaan nenek moyan sebelumnya. Kebudayaan ini dipengaruhi besar oleh kedatangan kepercayaan Hindu ke nusantara sehingga hadir sosok baru yaitu Mahabarata dan Ramayana.

    Selain itu, juga sudah dipercaya bahwa terdapat zaman Kediri yang diteliti telah ditemukan adanya Kitab Gatotkacasraya. Dalam mengiringi kesenian wayang tersebut, manusia zaman pra aksara menggunakan gamelan untuk menambahkan unsur hiburan di dalamnya.

    6. Sistem Pengaturan Masyarakat dan Perdagangan

    Sistem pengaturan masyarakat yang saling berkelompok menjadi ciri khas bagi manusia pra aksara pada masa itu. Mereka akan menggunakan cara pemilihan pemimpin yaitu primus inter pares dengan memilih orang utama dalam suatu kelompok.

    Sedangkan untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan, mereka menggunakan sistem barter berdasarkan nilai kesepakatan. Hal ini dilakukan karena belum tersedianya alat tukar seperti sekarang ini yaitu uang.

    7. Sistem Kepercayaan

    Seiring mengalami perkembangan, manusia pra aksara sudah mulai memiliki suatu kepercayaan semenjak pada zaman berburu serta masa food gathering. Mereka mempercayainya dengan menyembah berbagai hal seperti hewan, nenek moyang ataupun dewa-dewa.

    Setelah memasuki zaman hidup food producing, mereka mulai mempercayai adanya dewa-dewa untuk disembah. Sedangkan menyembah kepada roh nenek moyang baru dilakukan saat manusia pra aksara sudah masuk di kebudayaan perundagian.

    Metode Pewarisan Masa Lalu Dari Manusia Pra Aksara

    Berbagai metode pewarisan masa lalu dilakukan oleh manusia pra aksara lewat keluarga dan masyarakat dikenal dalam 6 jenis. Pertama, yaitu folklore dimana adat istiadat secara tradisional dan cerita rakyat diwariskan dengan turun temurun namun belum mulai ditulis menjadi buku.

    Kedua, mitologi yaitu cerita rakyat sudah dipercaya benar-benar terjadi dan berkaitan dengan terjadinya alam semesta, adat istiadat serta unsur ghaib. Ketiga, legenda, dimana kisah sejarah dihubungkan tokoh terdahulu dan dibumbui adanya keajaiban, kesaktian dan seni magis di dalamnya.

    Keempat yaitu dongeng, dimana cerita rakyat yang tidak benar-benar terjadi namun dikisakan untuk menyampaikan sebuah petuah. Kelima, upacara sebagai serangkaian tindakan pada aturan berlaku sesuai aturan dan adat istiadat. Terakhir melalui lagu-lagu daerah dengan adanya irama menarik.

    Tradisi Sejarah Masyarakat pada Masa Aksara

    Rekaman tertulis pada masyarakat masa aksara di Indonesia terbagi menjadi tiga. Pertama yaitu sumber setempat dan sezaman. Contohnya prasasti berisikan pengumuman, perundang-undangan untuk menyembah raja. Biasanya ditulis dalam bentuk puisi.

    Kedua yaitu tidak setempat namun sezaman. Maksudnya yakni ditulis pada zaman yang sama akan tetapi berasal dari luar negeri. Contohnya rekaman sejarah ditulis di negara seberang seperti Cina, Arab dan lainnya.

    Sumber tertulis yang terakhir yaitu ditulis setempat namun tidak sezaman. Maksudnya yaitu penulisan dilakukan pada tempat sama akan tetapi memiliki masa berbeda. Misalnya jika suatu peristiwa sejarah langsung dibuat dalam bentuk buku pada waktu lampau.

    Jenis Penulisan Sejarah

    Penulisan sejarah bisa diambil dari tiga sumber, yaitu tradisional, kolonial dan secara nasional. Ketiganya memiliki sifat penyampaian yang berbeda-beda. Oleh karena itu, hal ini dikelompokkan masing-masing. Berikut penjelasannya:

    1. Penulisan Sejarah Tradisional

    Penulisan sejarah secara tradisional dapat dimulai dari zaman Hindu sampai berkembangnya kebudayaan Islam masuk ke Indonesia. Biasanya ditulis di atas prasasti dengan tujuan generasi penerus bangsa dapat mengetahuinya.

    Penulisan sejarah secara tradisional melibatkan penemuan dan penelitian lanjut oleh para ahli sebelum bisa ditulis menjadi sebuah ilmu dan dipelajari oleh banyak orang. Meskipun membutuhkan waktu lama, namun ditemukannya prasasti atau lainnya dapat menjadi sumber terpercaya.

    2. Penulisan Sejarah Kolonial

    Penulisan sejarah secara kolonial memiliki sifat eropasentris dimana kebanyakan didasarkan atas zaman kolonialisme. Masa-masa perjuangan bangsa Indonesia dijajah oleh bangsa Eropa menjadi sumber ditulisnya ilmu pengetahuan ini.

    Berbagai peristiwa selama masa kolonialisme memiliki tujuan tertentu dari bangsa Eropa. Beberapa diantaranya yaitu menguatkan kekuasaan di Nusantara dengan mengunggulkan derajat mereka dan merendahkan martabat Indonesia.

    BAB 3: Prinsip Dasar Penelitian Sejarah

    Materi sejarah kelas 10 semester 2 berikutnya berkaitan dengan penelitian sejarah yang dilakukan oleh ahli-ali terdahulu tidak serta merta diteliti tanpa menggunakan langkah-langkah tertentu. Beberapa tahapan perlu diperhatikan oleh mereka setelah menemukan suatu barang bersejarah dan dijadikan sumber terpercaya. Berikut penjelasannya:

    1. Heuristik

    Langkah pertama yaitu disebut sebagai heuristik. Dimana hal ini merupakan tahap pencarian, penemuan, pengumpulan berbagai sumber agar bisa dijadikan fakta dari kejadian sejarah pada masa lampau.
    Biasanya penemuan harus dilakukan sesuai dengan topik yang diangkat sehingga harus relevan. Judul penelitian perlu ditentukan sebelum melakukan langkah heurisik ini agar tidak menyebar ke beberapa hal di luar pembahasan.

    2. Verifikasi

    Langkah berikutnya yaitu verifikasi dimana peneliti harus melakukan pemeriksaan terhadap kebenaran yang telah ditemukan dengan suatu kejadian sejarah. Hal pertama perlu diperhatikan yaitu mempersoalkan mengenai valid atau tidaknya sumber tersebut sehingga harus diuji keakuratannya.

    Kemudian sejarawan harus mempersoalkan maksud dan makna dari sumber yang ditemukan apakah bisa memberikan informasi tentang sejarah atau tidak. Terakhir yaitu menguji fakta di dalamnya sudah dianggap benar oleh peneliti sebelumnya.

    3. Interpretasi

    Selain menguji kebenaran dan keaslian dari sumber yang didapatkan, selanjutnya adalah langkah interpretasi. Sejarawan perlu menafsirkan suatu teori atau memberikan sebuah pandangan teoritis mengenai peristiwa terkait.

    Sejarawan diharapkan mengeluarkan pandangannya tanpa harus melakukannya secara subjektif yang membuat pendapatnya menjadi kurang akurat. Selain itu, juga bersifat selektif supaya tetap relevan dengan topik atau judul penelitian.

    4. Historiografi

    Tahap terakhir, yaitu penulisan sejarah dengan menyusun dan merangkai penemuan fakta hasil penelitian sebelumnya. Selan itu, juga menyampaikan interpretasi dari sejarawan berdasarkan sumber penemuan terkait.

    Penulisan sejarah bisa ditulis melalui tiga bentuk. Pertama yaitu tradisional dengan mengutamakan genealofi tapi kurang detail menjelaskan kronologi. Kedua yakni kolonial mengunggulkan aspek politik dan bersifat institusional. Sementara nasional yakni menggunakan metode ilmiah secara sistematis.

    BAB 4: Kehidupan Awal Masyarakat Indonesia

    Berbagai perubahan bentuk bumi dan berkembangnya jenis-jenis manusia purba pada zaman dahulu, menjadi bukti bahwa perkembangan sejarah memang terjadi. Berikut penjelasan mengenai masa-masa tersebut:

    1. Arkhaekum

    Zaman yang dikenal paling awal terbentuk yaitu arkhaekum. Pada masa ini, belum dijumpai adanya kehidupan makhluk hidup karena bumi masih berupa bola panas dan tidak bisa dijadikan sebagai tempat tingga.

    Pada zaman ini, suhu bumi hampir menyerupai matahari dimana masih dikelilingi oleh panas-panas disekitarnya. Tidak heran jika belum dijumpai adanya kehidupan makhluk hidup baik hewan maupun tumbuhan di masa itu.

    2. Paleozoikum

    Zaman paleozoikum dikenal sebagai kali pertama atau primer dimana bumi bisa dihuni oleh beberapa jenis makhluk hidup. Peneliti mempercayai bahwa pada masa tersebut dijumpai kehidupan paling awal meskipun hanya sedikit.

    Zaman paleozoikum terbagi menjadi lima fase. Pertama yaitu cambrium dimana kehidupan didominasi oleh primitif seperti ubur-ubur dan kerang. Kedua yakni ditemukan banyak hewan bertulang belakang misalnya ikan. Ketiga, devon ditemukan jenis amfibi tertua. Kemudian terdapat reptile dan hewan darat.

    3. Mesozoikum

    Zaman mesozoikum biasa disebut sekunder atau masa kedua, dimana sudah dijumpai banyak reptile besar seperti atlantosaurus dan dinosaurus. Terbagi menjadi tigas fase, yaitu trias didominasi oleh ikan dan amfibi. Selanjutnya jura ditemukan jens katak serta calcium adanya burung pertama dan bunga.

    Pada zaman ini, diketahui bahwa ikan di mengalami evolusi dimana siripnya berubah menjadi kaki dan ekornya tumbuh semakin memanjang. Hasilnya dari perubahan ini dikenal dengan dinosaurus, atlantosaurus dan brontosaurus.

    4. Neozoikum

    Neozoikum disebut sebagai zaman baru dimana bumi sudah terbentuk penuh seutuhnya. Tentunya perkembangan manusia pada masa itu juga sudah semakin berkembang ditandai dengan adanya perubahan kebiasaan dan penelitian mengenai volume otak yang bertambah.
    Zaman neozoikum terbagi menjadi dua. Pertama yaitu tersier dimana makhluk hidup seperti monyet, kera dan beberapa reptile sudah muai lenyap. Kedua yakni kuarter dibedakan lagi, pleistosen ditandai adanya penurunan suhu drastis sehingga muncul glasial dan holosen terdapat homo sapiens.

    Jenis-Jenis Manusia Purba

    Seiring berubaahnya bentuk bumi yang semakin utuh seperti sekarang, tentunya makhluk hidup pada masa itu juga ikut mengalami perkembangan. Tidak terkecuali manusia juga berevolusi. Berikut penjelasan mengenai jenis-jenisnya:

    1. Meganthropus Paleojavanicus

    Meganthropus Paleojavanicus ditemukan di Sangiran oleh penelii bertama Von Koeningswald sekitar tahun 1936 dan 1941. Ciri-cirinya mempunyai tulang pipi yang tebal dan otot rahang kuat. Selain itu, tidak memiliki dagu seperti manusia pada zaman sekarang.

    Meganthropus Paleojavanicus mempunyai tonjolan di bagian belakang cukup tajam dan tulang kening menonjol. Selain itu, memiliki perawakan tegap. Mereka hidup secara berkelompok dengan memakan tumbuh-tumbuhan.

    2. Pithecantropus

    Biasanya juga disebut sebagai manusia kera. Banyak fosilnya ditemukan di daerah Trinil, Mojoketro, Perning, Sangiran dan Kedungbrubus. Beberapa ciri-cirinya yait memiliki rahang bawah kiat dan tulang pipi tebal serta kening menonjol.

    Hampir sama seperti sebelumnya, Pithecantropus memiliki tulang belakang yang tajam dan menonjo, tidak mempunyai dagu, perawakan tegap serta masih memakan tumbuh-tumbuhan. Beberapa jenisnya diantara lain yaitu Pithecantrophs erectus, Pithecantropus robustus dan Pithecantropus dubois.

    3. Homo

    Homo sendiri memiliki arti manusia. Jenis ini dipercaya yang paling maju dan pintar diantara sebelumnya. Beberapa ciri diantarana yaitu memiliki berat badan sekitar 30 sampai 150 Kg, mempunyai volume otak sudah melebihi 1350 cc dan telah berjalan tegap.

    Bentuk wajah dari Homo ialah memiliki muka dan hidung lebar serat bentuk mulut masih menonjol. Mereka menggunakan peralatan dari batu dan tulang untuk bertahan hidup. Beberapa jenisnya yaitu Homo wajakensis (Wajak), Homo soloensis (Solo) dan Homo Sapiens dikenal sebagai manusia cerdas.

    BAB 5: Pengaruh Peradaban Awal Masyarakat Dunia Terhadap Indonesia

    Setelah mempelajari bagaimana perkembangan manusia pada zaman pra aksara hingga aksara, maka selanjutnya ialah mengenal bagaimana peradaban Indonesia. Terlebih saat mulai dimasuki oleh berbagai kebudayaan dari negara lain. Berikut beberapa penjelasannya:

    1. Bangsa Melayu (Proto Melayu)

    Bangsa ini dipercaya sebagai orang Austronesia berasal dari Asia dan datang ke Nusantara sekitar 1500 SM. Mereka masuk ke Indonesia lewat dua jalur, yaitu jalan barat, yakni melalui Yunan kemudian ke Selat Malaka lalu ke Sumatera.

    Jalur kedua yaitu jalan timur dari Yunan mlalui Taiwan lalu masuk ke Sulawesi dan Irian. Hadirnya bangsa ini dipercaya mendatangkan kebudayaan batu karena alatnya kebanyakan terbuat dari material ini salah satunya yakni kapak persegi.

    2. Bangsa Melayu (Deutro Melayu)

    Menyusul kehadiran Proto Melayu, bangsa Deutro Melayu memasuki kawasan Nusantara sekitar tahun 500 SM dan melalui jalur barat saja. Tentunya kehadiranya dianggap lebih mempengaruhi adanya kemajuan daripada sebelumnya.
    Kedatangan Bangsa Deutro Melayu dipercaya sudah membagikan keahlian dalam membuat berbagai peralatan dari besi dan perunggu. Hasil kebudayaan yang pernah ditemukan adalah kapak corong, nekara dan kapak sepatu dengan menghasilkan beberapa budaya seperti dolmen serta sarkofagus.

    3. Kebudayaan Bacson-Hoabinh

    Di kawasan pegunungan Bacson provinsi Hoabinh ditemukan sejumlah alat hasil kebudayaan orang-orang tersebut. Ciri-cirinya yaitu penyerpihan pada dua sisi permukaan batu kali seukuran kepalan tangan manusia dan tajam di ujungnya. Beberapa diantaranya dijumpai di daerah Papua dan Sulawesi.

    Penyebaran kebudayaan ini dipercaya bersamaan antara perpindahan Papua Melanosoid menuju Indonesia melalui jalur timur dan barat. Ras Papua Melanosoid bertahan hidup dengan berburu sambil bercocok tanam.

    4. Kebudayaan Dongsong

    Kebudayaan Dongsong ditemukan dengan bermacam-macam alat yang dibuat dari bahan perunggu seperti nekara dan kuburan. Berbagai pengolahan logam seperti ini menandakan bahwa taraf kehidupan semakin maju serta pengaturan dalam masyarakat sudah berubah lebih teratur.

    Beberapa daerah penting di Nusantara yang menjadi bukti adanya kebudayaan Dongsong adalah Jawa. Telah ditemukan sarkofagus di Gunung Kidul, Yogyakarta. Selain itu, juga dijumpai adanya peti kubur baru dengan manik-manik kaca serta benda logam lainnya berupa peniti emas di Sumatera.

    Ilmu sejarah memang penting untuk dketahui. Oleh karena itu menjadikannya salah satu mata pelajaran wajib di bangku sekolah. Banyaknya kejadian pada masa lampau membuatnya terdiri dari banyak sekali bab sehingga cukup menarik saat dipelajari. Jangan lupa juga pahami apa saja rangkuman sejarah kelas X semester 2.

    Penutup

    Demikianlah pembahasan saya mengenai materi lengkap rangkuman sejarah kelas x semester 2, semoga artikel ini berguna serta bermanfaat bagi banyak orang, dan seperti biasa terimakasih telah berkunjung di website masdzikry.