Blogroll

Pengertian, Jenis-jenis Cerpen, Fungsi, Ciri, Unsur dan Strukturnya



    Apa itu cerpen?

    Karya tulis memiliki banyak macam dan jenisnya. Anda bisa memilih sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Namun, sebelumnya jangan lupa untuk memahami mengenai seluk beluknya termasuk jenis-jenis cerpen agar tulisan sesuai dengan kaidahnya.
    Baca juga : cara memahami diri sendiri untuk meningkatkan potensi

    Pengertian Cerpen

    Cerpen ialah singkatan dari cerita pendek yang merupakan sebuah tulisan yang terdiri tidak lebih dari 10.000 kata. Menurut KBBI, cerpen adalah kisah yang memberikan kesan tunggal serta dominan pada satu tokoh dan situasi saja.

    Menurut Sayuti, cerpen menunjukkan kualitas bersifat padat, pusat dan dalam. Tentu saja saling berkaitan antara panjang cerita dengan strukturnya. Hal tersebut juga senada dengan opini J.S. Badudu bahwa inti hanya terfokus pada satu peristiwa saja.

    Menurut beberapa ahli bahasa lainnya, cerpen memiliki bagian terpenting yakni perkenalan, masalah dan penyelesaian. Oleh sebab itu, panjangnya berkisar 5000 hingga 10.000 kata saja. Serta bisa pula disebut juga dengan prosa pendek.

    Jenis-jenis Cerpen

    Jenis jenis cerpen
    Jenis jenis cerpen
    Jenis-jenis cerpen dibagi menjadi tiga yang dimana kesemuanya memiliki perbedaan pada panjang ceritanya saja. Hal ini menjadikan pembaca lebih fleksibel dalam membuat tulisannya. Berikut penjelasan secara ringkasnya:

    1. Cerita Mini

    Cerita mini atau sering disingkat cermin merupakan cerpen dengan ukuran tulisan pendek sekali sesuai dengan namanya. Berkisar antara 750 hingga 1000 kata yang mana langsung berfokus pada masalah serta solusinya.
    Pengenalan tokoh dituliskan dengan singkat seperti misal pemanggilan nama dan posisinya saja. Tidak menggunakan bahasa bertele-tele dan panjang sebab jumlah katanya terbatas agar pesan atau inti dari cerita bisa tetap diterima dan dipahami oleh pembaca.

    2. Cerpen Ideal

    Cerpen ideal memiliki panjang kurang lebih 3000 hingga 4000 kata. Tidak terlalu pendek serta panjang sehingga membuat pembaca menikmati tulisannya. Segala penjelasan mengenai tokoh serta latar dituliskan secara jelas tapi tetap singkat.

    Tak hanya itu, kehadiran masalah dan resolusinya juga berjalan halus dan natural karena memiliki jumlah kosakata lebih banyak. Penulisan cerpen ini lebih disukai sebab benar-benar terasa singkat, padat dan jelasnya sehingga alur dan pesannya tidak memaksakan.

    3. Cerpen Panjang

    Cerpen panjang memiliki jumlah kosakata lebih banyak dari jenis ideal yaitu mencapai batas maksimumnya sekitar 10.000. Bisa juga berjumlah mulai dari 4000 hingga 9000 kata saja. Penulis tentu bisa menyampaikan hampir semua komponen cerita secara jelas.

    Meski begitu tetap disarankan untuk tidak bertele-tele dalam pembuatan cerita pendek jenis ini. Hal ini bertujuan untuk membedakan antara cerpen dengan bab dalam novel yang mana mencapai lebih dari 10.000 kata. 

    Fungsi Cerpen

    Fungsi cerpen
    Fungsi cerpen
    Cerpen memiliki beberapa fungsi yang dapat menjadikannya sebagai media yang tepat dalam menyampaikan pesan tertentu. Hal tersebut karena bentuknya pendek sehingga harus disampaikan secara singkat, padat dan jelas. Berikut penjelasan singkatnya:

    1. Fungsi Moralitas

    Fungsi moralitas ialah cerpen bisa berguna untuk penyampaian moral-moral sehingga pembaca bisa mendapatkan pesan dari isi tulisan tersebut. Harapan kedepannya ialah dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Fungsi ini seringkali digunakan dalam pembuatan cerpen agar cerita tersebut memiliki makna dan bermanfaat bagi pembacanya. Mengangkat isu seperti kesopanan, kejujuran, keberanian dan lain sebagainya yang mana disampaikan dengan cara cerita menyenangkan.

    2. Fungsi Religius

    Fungsi religious pada cerpen bermaksud sebagai sarana penyampaian nilai-nilai suatu agama pada kelompok pembaca tertentu. Penulisannya tentu disesuaikan dengan umur targetnya karena pemahamannya pun akan berbeda pada tiap usia.

    Selain penyampaian agama tentu saja agar dapat menjadi salah satu cara mengenalkan ajaran dengan menyenangkan dan mengalir. Pembaca tidak merasa dipaksa untuk memahami namun mengalir saja bahkan terkadang tidak terasa bahwa sedang membaca tema tertentu.

    3. Fungsi Estetis

    Fungsi estetis bertujuan untuk memberikan kesan keindahan bagi pembacanya. Bermaksud bahwa penulisan dari cerpen menggunakan bahasa yang nyaman dan baik untuk dibaca sehingga tidak terasa kaku atau formal.

    Bisa pula adanya konsistensi panjang paragraf dan komponen lainnya sehingga tidak terlihat berantakan dari segi tata letak. Fungsi estetis menjadikan pembaca lebih menikmati salah satu karya sastra jenis pendek ini dengan nilai terkandung di dalamnya.

    4. Fungsi Rekreatif

    Fungsi rekreatif bertujuan memberikan rasa bahagia, senang, terhibur dan berbagai perasaan positif lainnya pada pembaca setelah membacanya. Hal ini menjadikan genre dari penulisan cerpen beragam tergantung pada tujuan penulisannya.

    Fungsi rekreatif tidak selalu berupa humor, namun bisa pula mengacu pada cerita dengan kesan positif, akhir yang menyenangkan atau membahagiakan dan masih banyak lagi. Namun, masih tetap terselip nilai moral di dalamnya.

    5. Fungsi Didaktif

    Fungsi cerpen yang terakhir ialah didaktik dimana memiliki arti cerpen berfungsi untuk mengarahkan serta memberikan pendidikan pada nilai-nilai kebenaran dan kebaikan. Dimana hal ini sesuai dengan nilai moral yang seharusnya ada pada setiap manusia.

    Penanaman nilai moral melalui cerpen dianggap lebih efektif daripada menyampaikan secara langsung. Hal ini karena ada unsur imajinasi yang terkandung di cerpen dimana bisa membantu pembaca mendapatkan pemahaman lebih baik pada tema tertentu.

    Ciri-ciri Cerpen

    Ciri ciri cerpen
    Ciri ciri cerpen
    Untuk bisa menciptakan salah satu karya tulis cerita pendek ini, Anda tentu harus mengetahui ciri-ciri cerpen sehingga tidak keluar dari kaidah penulisannya. Namun, jangan lupa menggunakan kaidah bahasa yang baik dan benar. Berikut informasi singkat mengenai hal tersebut:

    1. Berukuran Pendek

    Sesuai dengan namanya cerpen berukuran pendek dengan jumlah kata mulai dari 5000 hingga 10.000 saja dalam satu judul. Hal ini sebagai pembeda dari karya tulis sastra lainnya yaitu novel dimana bisa saja merupakan rangkaian dari jenis ini.

    Ukurannya yang pendek menjadikan penulis hanya menuliskan hal-hal penting saja dan tidak perlu terlalu mendetail. Hal ini bertujuan agar pesan tersampaikan serta tidak bertele-tele dan membosankan untuk dibaca.

    2. Gaya Penulisan Singkat

    Seperti dijelaskan di ciri sebelumnya, dikarenakan ukurannya yang pendek menjadikan penulisannya pun harus singkat, padat dan jelas. Tentu bertujuan untuk menghemat penggunaan kata agar isi tulisan tersampaikan dengan baik.

    Hal ini juga menjadikan cerpen lebih menyenangkan untuk dibaca karena tidak sepanjang dan detail seperti novel dimana penggunaan katanya tidak terbatas. Maka dari itu, gunakanlah kalimat-kalimat efektif dan efisien supaya pembaca dapat menangkap isi cerita.

    3. Memiliki Alur Tunggal

    Selain berukuran pendek dan penulisan singkat, di dalam penulisan cerpen hanya ada satu masalah yang harus diselesaikan oleh penulis. Biasa pula disebut dengan alur tunggal sehingga sebaiknya tidak menggunakan dua sudut pandang supaya tidak membingungkan.

    Selain masalah, tokoh utama dan solusinya pun sebaiknya juga tidak terlalu banyak agar cerita tidak rumit dan terlalu panjang. Hal ini bertujuan agar pesan dari cerpen tersebut tersampaikan dengan baik tanpa merasa bingung dengan alur cerita dan tokohnya.

    4. Memiliki Kesan dan Pesan Mendalam

    Setiap karya tulis sastra bertujuan untuk menyampaikan kesan dan pesan tertentu. Begitu pula pada cerpen dimana dengan lima fungsinya tentu dapat berfungsi sebagai penyampai aneka nilai moral dari moral hingga agama.

    Kesan dan pesannya bisa mendalam sebab disampaikan dengan cara langsung dan tidak bertele-tele sehingga pembaca bisa memahaminya dengan baik. Selain itu, penyampaiannya juga ringkas agar mudah diingat dan diterima.

    Unsur-Unsur Cerpen

    Unsur cerpen merupakan bagian pembentuk cerita yang berasal dari dalam maupun luar. Disebut dengan intrinsik dan juga ekstrinsik. Keduanya memiliki pengertian berbeda-beda dan saling melengkapi sehingga sebaiknya tidak menghilangkan salah satunya.

    Unsur intrinsik merupakan komponen pembangun dari dalam tulisan itu sendiri. Berisi tentang tema serta alur cerita, latar, tokoh, penokohan dan sudut pandang penulisnya. Kesemuanya merupakan struktur dari cerpen itu sendiri.

    Sedangkan, unsur ekstrinsik ialah komponen pembentuk yang berasal dari luar cerita. Hal tersebut berupa latar belakang dari masyarakat seperti sosial, ekonomi, kondisi politik dan lain sebagainya; nilai terkandung serta faktor-faktor berhubungan dengan pemahaman penulis. 

    Struktur Cerpen

    Struktur cerpen
    Struktur cerpen
    Dalam cerpen terdapat struktur yang berupa komponen untuk membangun teks cerita sehingga menjadi kesatuan yang utuh. Kurang lebih ada enam poin pembentuknya yang mana dijelaskan secara singkat berikut ini:

    1. Abstrak

    Abstrak merupakan ringkasan atau inti dan merupakan gambaran awalnya dari sebuah cerita. Bagian ini biasanya diletakkan di awal penulisan namun beberapa tidak melakukannya. Hal ini bukan suatu keharusan sehingga tidak semua penulis menggunakannya.

    Bagian abstrak cerpen dapat membantu pembaca untuk mengetahui secara singkat mengenai detail isi dari cerita tersebut. Dimana bisa menarik minat membaca sehingga akan berlanjut hingga akhir atau resolusi cerpen.

    2. Komplikasi

    Komplikasi ialah berbagai urutan kejadian yang berhubungan dengan sebab akibat dari setiap tokoh yang dihadirkan. Hal tersebut bertujuan untuk memperkenalkan setiap peran secara singkat tanpa harus menjelaskannya satu persatu.

    Penulis bisa menjelaskan mengenai tokoh dalam cerita melalui struktur komplikasi ini untuk memperlihatkan karakter serta wataknya. Hal ini bertujuan untuk mempersingkat penjelasan secara detail dan lebih berfokus pada intinya yaitu masalah dan penyelesaiannya.

    3. Resolusi

    Sesuai dengan artinya, resolusi merupakan bagian dari pemecahan masalah yang diambil oleh penulis sebagai akhir dari cerita pendeknya. Biasanya akan diikuti dengan pesan dari cerpen tersebut secara singkat.

    Adanya resolusi ini juga sebaiknya memiliki alur yang halus dan tidak terburu-buru supaya bisa dipahami dan diterima oleh pembaca. Namun, penulisannya tetap harus singkat dan jelas sesuai dengan kaidah atau ciri-cirinya.

    4. Orientasi

    Orientasi merupakan struktur dalam cerpen yang berisi berbagai keterangan atau latar dari cerita tersebut. Meliputi waktu, tempat dan informasi lainnya untuk membangun kejelasan alur. Namun, penulis sebaiknya tidak menuliskannya terlalu kompleks agar tidak membingungkan.

    Selain waktu dan tempat, penulis juga bisa menambahkan keterangan lain seperti keadaan saat kejadian misal waktu peperangan, ketika menghadapi ujian sekolah dan lain sebagainya dengan spesifik namun tetap singkat dan jelas.

    5. Evaluasi

    Evaluasi merupakan bagian dari pemecahan masalah yang dimana berisi tahapan-tahapan menuju puncak masalah. Didalamnya juga bisa memberikan solusi untuk penyelesaian konflik yang ditawarkan oleh penulis.

    Adanya evaluasi menjadikan jalan cerita lebih halus meskipun dituliskan secara singkat, padat dan jelas. Penulisan konflik pun juga tidak terkesan terburu sampai pada solusi sehingga pembaca lebih menikmatinya.

    6. Pesan

    Pesan merupakan struktur cerpen terakhir yang memiliki tujuan penyampaian nilai untuk pembaca cerita. Bisa berupa moral sehari-hari, sifat terpuji, agama dan lain sebagainya. Hal ini tergantung pada pihak penulis selaku pemilik ide naskah.

    Penyampaian pesan juga bisa secara tersirat maupun secara jelas dituliskan baik melalui percakapan atau kalimat biasa. Hal ini merupakan berbagai alternatif yang bisa digunakan penulis dalam menyampaikan inti dari tulisannya.

    Penutup

    Cerpen merupakan salah satu karya tulis sastra yang dapat Anda nikmati dan ambil nilainya dengan mudah karena disampaikan dalam bentuk ringan. Selain itu, tidak bertele-tele sehingga dapat menyelesaikannya dalam satu kali baca saja.

    Demikian artikel mengenai jenis-jenis cerpen beserta informasi terkait lainnya seperti pengertian, struktur, unsur dan ciri-cirinya. Semoga bermanfaat bagi siapa saja yang sedang mempelajari mengenai salah satu karya sastra pendek ini. selamat membaca!