Blogroll

14 Jenis Perangkat Keras Jaringan Komputer Yang Sering Ditemui



    Jenis perangkat keras jaringan komputer

    Sebuah jaringan komputer dapat membuat perangkat komputer menjadi saling terhubung satu dengan yang lain melalui kabel (wired) ataupun tanpa melalui kabel (wireless). Agar hal tersebut dapat terjadi, maka diperlukan berbagai faktor pendukung dengan beberapa jenis perangkat keras jaringan yang mempunyai fungsi dan kegunaan berbeda beda, simak lebih lanjut pembahasan lengkapnya mengenai jenis perangkat keras jaringan komputer dibawah ini.
    Baca juga : pengertian dan jenis simulasi digital masa kini

    Jenis Perangkat Keras Jaringan

    Perangkat keras dalam jaringan merupakan salah satu faktor vital yang digunakan agar perangkat komputer bisa saling terhubung ataupun tersambung dengan internet dan terdapat berbagai perangkat keras jaringan yang dibutuhkan. Nah berikut dibawah ini jenis-jenis perangkat keras jaringan dan penjelasannya:

    1. Server

    Modal utama dalam membuat sebuah jaringan komputer adalah server. Perangkat ini sangat penting karena merupakan pusat dari semua informasi. Maka semua data yang akan disebarkan melalui internet berada di intinya yaitu server. Nantinya bagian ini akan tersambung pada perangkat client lain.

    • Fungsi Server
    Memiliki fungsi utama sebagai database informasi yang didistribusikan melalui jaringan. Semua data akan ditransmisikan agar bisa sampai kepada komputer client. Selain itu, perangkat utama ini akan beroperasi terus menerus selama 24 jam sehari sehingga memerlukan spesifikasi yang apik.

    • Spesifikasi Komputer Server
    Karena memiliki peran yang penting, jenis komputer server harus memiliki CPU yang canggih untuk menunjang performanya. Pada umumnya spesifikasinya adalah memiliki jenis power supply yang lebih baik, harddisk berkapasitas besar, prosesor berperforma kencang serta tidak cepat panas dan lain sebagainya.

    • Kebutuhan dan Penanganan
    Tugas yang berat membuatnya rawan menjadi mudah panas. Komputer server membutuhkan penanganan khusus seperti peletakannya harus berada di ruangan yang memiliki sistem pendingin (AC). Hal ini perlu diperhatikan agar suhunya tidak mudah naik.

    2. Client

    Selanjutnya, untuk membuat sebuah jaringan komputer diperlukan perangkat komputer client atau user. Perangkat ini sering disebut sebagai workstation yang merupakan komputer standar dengan konfigurasi kartu antarmuka jaringan, perangkat lunak jaringan serta beberapa kabel yang diperlukan.

    Komputer user tidak bisa mengakses data-data jika tidak terhubung dengan komputer server. Workstation ini dioperasikan para usernya secara manual. Dapat digunakan untuk berbagai hal seperti melakukan transfer data, internetan, bermain game dan sebagainya.

    3. Access Point

    Access Point (AP) yang memiliki transceiver sebagai transmisi dan antena untuk menerima sinyal dari dan menuju clients remote. Fungsi utama perangkat ini adalah sebagai pemancar sinyal dan juga penerus atau penghubung jaringan kabel menjadi wireless.

    4. Modem

    Modulator demodulator atau yang sering disingkat sebagai modem ini merupakan alat komunikasi dua arah. Terdiri dari modulator yang dapat merubah sinyal informasi menjadi sinyal carrier untuk dikirimkan ke perangkat client. Sedangkan demodulator berfungsi untuk memisahkan sinyal.

    5. Router

    Router merupakan sebuah perangkat jaringan yang dapat membagi jaringan internet dengan protokol TCP/IP yang ada di komputer client sehingga setiap perangkat user mendapat alamat IP yang beda satu sama lain.

    Selain itu router juga memiliki fungsi yang hampir mirip dengan access point dengan fitur tambahan lain. Keunggulannya adalah ia dapat mengatur paket data yang dibagikan ke komputer user pada setiap access point. Singkatnya, alat ini digunakan untuk memberikan rute informasi yang ditransmisikan.

    6. Hub

    Hub berfungsi untuk membagi suatu jaringan tanpa harus mengatur dan membatasi paket data yang terkirim dalam sebuah server. Perangkat keras ini banyak digunakan pada jaringan LAN. Kelemahan hardware ini adalah jika mengalami kerusakan maka semua worksite yang terhubung menjadi disconnect.

    7. Switch

    Switch adalah salah satu perangkat yang dapat memecah jaringan yang bersumber dari satu server menjadi beberapa client pada suatu jaringan lokal. Nah pada umumnya port di hardware ini memiliki kelipatan 4, 8, 16, 32 dan seterusnya.

    Keunggulan switch daripada Hub adalah kemampuannya akan membatasi jalur serta pengaturan besar kecilnya suatu paket data yang ditransmisikan kepada perangkat user. Hal ini menjadikannya dapat mengatur speed internet dari setiap pengguna yang terhubung. Switch memiliki fungsi lain seperti:

    • Sinyal dan data dapat diterima dari komputer maupun server
    • Menjadi splitter jaringan
    • Mampu melakukan transmisi data dari server menuju client secara dua arah, sehingga bisa mengirimkan dengan alur sebaliknya
    • Memperkuat sinyal transmisi dari server ke user sehingga speed internet bisa sama kencangnya
    • Dapat membatasi paket data setiap user
    • Dapat digunakan sebagai repeater jaringan
    • Sebagai central connection jaringan

    8. Bridge

    Bridge berfungsi memperluas jaringan atau membuat sebuah segmen jaringan. Mudahnya, perangkat ini  adalah sebuah jembatan jaringan, ia mampu menghubungkan jaringan lokal ke dalam jaringan lokal lain yang berukuran lebih besar.

    Perangkat keras yang bekerja pada lapisan data-link pada OSI layer ini mentransmisikan sinyal dari pengirim namun tidak melakukan konversi protokol. Hal ini menyebabkan dua segmen jaringan yang dihubungkan ke Bridge harus mendapatkan protokol jaringan yang sama.

    9. Repeater

    Repeater berfungsi untuk memperkuat dan memperluas cakupan sinyal Wi-Fi. Perangkat ini bermanfaat bagi perangkat yang tidak terjangkau sinyal dari suatu jaringan sehingga dapat menjangkaunya dan terhubung.

    Repeater bekerja dengan menangkap sinyal Wi-Fi kemudian memancarkannya kembali ke area yang lebih luas. Penggunaan perangkat ini cocok bagi Anda yang koneksinya terganggu karena terhalang tembok, pepohonan dan juga bangunan.

    10. WLAN Card

    Dikenal sebagai Wi-Fi adapter, perangkat ini berfungsi untuk memberikan konektivitas tanpa kabel atau nirkabel pada berbagai perangkat seperti PC, laptop maupun smartphone. Hardware ini pada umumnya terpasang di motherboard atau mainboard.

    WLAN Card memiliki fungsi lainnya itu menerima dan menyebarkan koneksi dari komputer satu ke perangkat lainnya. Fitur ini dikenal sebagai hotspot. Hardware ini memiliki beberapa jenis, yaitu Wireles card PCI, PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association) dan Wireless USB.

    11. Ethernet Card atau LAN Card (NIC)

    Network Interface Card (NIC) atau Netherland Card ini merupakan komponen yang memiliki peranan penting dalam koneksi jaringan komputer. Ia berfungsi untuk menghubungkan perangkat komputer dengan yang lain dengan menggunakan sebuah koneksi kabel.

    12. Konektor

    Jika Anda pernah melihat sebuah alat yang dipasang pada kedua ujung kabel jaringan, maka benda tersebut adalah konektor. Ia berfungsi untuk menghubungkan adapter Networks dengan kabel. Terdapat beberapa jenis konektor antara lain jenis RJ-45, BNC/T dan ST.

    13. Antena

    Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan benda ini. Antena dikenal sebagai alat yang menerima sinyal elektronik menjadi sinyal listrik. Perangkat ini digunakan ketika sinyal Wi-Fi berada cukup jauh. Ia juga memiliki beberapa jenis seperti antena grid, mono, sektoral dan sebagainya.

    14. Kabel

    Tidak sembarangan kabel dapat mentransmisikan data dari komputer satu ke perangkat lainnya. beberapa jenis kabel yang sering digunakan untuk transfer data maupun jaringan adalah jenis UPT, Coaxial dan Fiber Optic.

    Penutup

    Jaringan komputer dapat terjadi karena dukungan beberapa perangkat keras tertentu. Anda tidak perlu repot dalam menggunakan semua jenis perangkat keras jaringan di atas, karena dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. Oke demikianlah pembahasan saya mengenai jenis perangkat keras jaringan komputer yang sering ditemui, semoga penjelasan diatas tadi dapat berguna dan menambah wawasan pengguna, sekian dan sampai jumpa pada artikel selanjutnya.