Blogroll

Pengertian, Macam-Macam IP Address dan Fungsinya Bagi Jaringan



    Apa itu ip address

    Saat berselancar melalui internet, sudahkah Anda mengetahui hal-hal mengenai alamat protokol internet? Seperti misalnya jenis dan contoh IP? Atau justru Anda pernah mendengar soal IP kelas B? Artikel ini akan memuat berbagai informasi yang berhubungan dengan hal itu.
    Baca juga : jenis teknologi jaringan internet berbasis luas

    Pengertian IP Address

    Mendengar kata IP, pemikiran apa yang melintasi otak Anda? Mungkin sebagian pengguna internet akan mendefinisikannya sebagai sebuah alamat. Kepanjangan dari istilah ini sendiri adalah Internet Protocol. Apa maksudnya? Secara sederhana, Internet Protocol merupakan sebuah alamat yang berupa identitas numerik dan memiliki kaitan dengan berbagai perangkat seperti komputer, router, hingga mesin pencetak (printer) pada jaringan komputer dengan pemakaian IP sebagai alat komunikasinya.

    Macam-Macam IP Address Berdasarkan Kelasnya

    Layaknya sebuah sekolah, alamat IP memiliki beberapa kelas yang pengelompokannya berdasarkan hal-hal seperti ukuran dan jumlahnya. Umumnya ada lima pembagian ini dengan pelambangan alfabet, yaitu A, B, C, D, dan E. Simaklah penjelasannya pada bagian berikut:

    1. IP Kelas A

    Pertama-tama, kelas IP yang satu ini biasanya penggunaannya untuk sedikit jaringan tetapi hostnya sangat banyak. Alamat Internet Protocol yang satu ini memiliki panjang Net ID sebesar 8 bit atau setara dengan 1 oktet. Sedangkan untuk panjang Host ID-nya adalah 24 bit sama dengan 3 oktet.

    IP Kelas A memiliki jumlah network yang cukup banyak yaitu 126 buah. Oktet pertamanya 0-127. Jumlah IP Addressnya adalah 16.777.214. Sebagai contoh jika ada Internet Protocol Kelas A berupa 113.46.56, maka cara membacanya adalah Network ID: 113, Host ID= 46.5.6.

    2. IP Kelas B

    Nah, untuk IP Kelas ini biasanya penggunaannya pada jaringan yang besar dan juga sedang. Network Internet Protocol dari Kelas B ini bisa menampung kurang lebih hingga 65.000 host. Dua bit pertamanya selalu pada set 10. 16 bit selanjutnya.

    Alamat Internet Protocol Kelas B memiliki panjang Net ID sebesar 16 bit atau setara dengan 2 oktet. Sedangkan untuk panjang Host ID-nya adalah 16 bit juga yaitu sama sama 2 oktet. Untuk nilai oktet pertama dari IP ini adalah 128-191. Jumlah Networknya adalah 16.384.

    3. IP Kelas C

    Kelas IP yang selanjutnya adalah C. Panjang Net ID dari Internet Protocol ini adalah 24 bit atau setara dengan 3 oktet. Sedangkan panjang dari Host ID alamat ini adalah 8 bit atau sama dengan 1 oktet. Oktet pertamanya memiliki nilai 192-223.

    IP Kelas C memiliki host ID 8 bit paling akhir. Internet Protocol ini dapat membentuk hingga kisaran dua juta network dengan masing-masing mempunyai 256 alamat IP. Ciri khas dari tiga bit pertamanya adalah selalu berawalan 111 dengan 21 bit selanjutnya.

    4. IP Kelas D

    Kelas IP yang satu ini biasanya pemakaiannya adalah pada kegiatan multicasting. Oleh karena itu, sering muncul sebutan ruang alamat multicast untuk kelas D. Empat bit pertama Internet Protocol ini adalah 1110.

    IP Kelas D ini memiliki 4 bit pertama 1110 dengan bit-bit berikutnya mendapat penyesuaian berdasarkan keperluan multicast group pengguna alamat Internet Protocol ini. Uniknya, pada kegiatan multicasting ini tidak mengenal istilah Network Bit dan juga Host Bit.

    5. IP Kelas E

    Satu lagi kelas bagi alamat Internet Protocol, yaitu E. Empat bit awal dari IP Kelas E adalah 1111, mirip dengan D. Bit dalam alamat ip kelas E memiliki ukuran sebesar 28 bit. Adapun bit inisial dari alamat ini adalah 248-255.

    Hal menarik dari IP Kelas E adalah bahwa tipe yang satu ini biasanya penggunaannya sebagai ruang alamat yang mengalami pencadangan. Umumnya hal ini berlaku untuk keperluan eksperimen atau percobaan. Oleh sebab itu Anda bisa melihat adanya bit cadangan.

    Fungsi Alamat IP

    Sebagai sesuatu yang cukup populer dan berperan besar bagi kehidupan khususnya dunia internet, IP tentu memiliki fungsi sehingga banyak orang mempelajarinya. Apa sajakah kegunaan dari Internet Protocol ini? Berikut adalah beberapa contohnya:

    1. Berperan dalam Mengidentifikasi Host atau Antarmuka Pada Jaringan

    Jika Anda suka menonton film aksi, biasanya ada adegan dimana seorang ahli komputer mencari tahu identitas seorang pengguna internet dengan mengetahui alamat Internet Protocol. Sebenarnya hal ini juga ada dalam kehidupan nyata.

    Salah satu fungsi dari Internet Protocol adalah mengambil peran dalam pengidentifikasian host serta antarmuka pada jaringan. Nantinya nama seseorang akan tampil dengan fitur ini sehingga dapat mengetahui orang itu. Berlaku pula pada jaringan komputer.

    2. Berperan Sebagai Alamat dari Jaringan

    Salah satu fungsi penting dari adanya IP adalah perannya sebagai alamat dari jaringan. Internet Protocol akan tampil sebagai alamat rumah dengan fitur yang ada. Dengan begitu lokasi keberadaan akan muncul.

    Dalam menjalankan peran sebagai pemberi fasilitas pada pengiriman paket data, alamat Internet Protocol mengandung informasi mengenai keberadaan atau lokasi. Nantinya informasi ini akan melalui rute khusus untuk sampai ke komputer penerima atau tujuan.

    Macam-macam IP Address

    Macam macam ip address
    Macam macam ip address
    Ada beberapa macam macam IP address yang belum banyak diketahui oleh sebagian orang, Untuk lebih jelasnya simak pembahasannya dibawah ini,

    1. IP Address Statis

    Alamat IP statis merupakan bentuk Internet Protokol untuk komputer atau perangkat sejenisnya yang proses menghubungkannya berlangsung secara manual hingga ke jaringan komputer. Pengguna IP jenis alamat ini perlu mengetahui pengelasan alamat, gateway, subnet, sampai DNS dalam suatu jaringan.

    Jika melakukan pembagian IP berdasarkan kapasitas perangkat yang umum bagi penggunanya misalnya perangkat komputer atau sejenisnya, akan ada dua kategori yaitu IP Versi 4 (IPv4) dan IP versi 6 (IPv6).

    IPv4 merupakan alamat Internet Protocol yang ada pada masa kini. Penyusunnya adalah 4 oktet dengan setiap oktetnya mampu hingga 255 perangkat seperti komputer. Jadi jika ada Alamat IP versi 4 ini memiliki masalah pengurangan daya.

    IPv6 hadir sebagai versi paling baru dari alamat IP. Kehadirannya merupakan upaya dalam mengatasi kendala pada IPv4 yaitu dalam hal pengurangan daya. Internet Protocol versi 6 ini memiliki jumlah oktet 16.

    Internet Protocol Versi 6 hadir sebagai terobosan paling baru dalam dunia IP. Jumlah oktetnya pun lebih banyak daripada pendahulunya. Karena memiliki 16 oktet dan setiap oktet dari IPv6 ini mampu menampung 255 host jadi total host tampungnya adalah sekitar 3,4 triliun.

    2. IP Address Dinamis

    Apa itu alamat IP Dinamis? Jenis Internet Protocol yang satu ini penerapannya secara otomatis baik pada jaringan pribadi maupun publik bagi perangkat pengguna, misalnya komputer. Hal ini juga berlaku bagi perangkat lain yang memiliki hubungan.

    Penetapan alamat IP secara dinamis ini bisa untuk perangkat-perangkat yang memiliki hubungan satu sama lain pada jaringan komputer dan tidak tetap atau berubah-ubah setiap waktu. Sehingga muncullah sebutan dinamis ini.

    Nah, itu tadi beberapa hal mengenai Internet Protokol yang memiliki beberapa kelas yaitu IP Kelas A, IP Kelas B, IP Kelas C, IP Kelas D, dan IP Kelas E. Ada banyak sekali hal menarik dari pembahasan ini. Jika ingin lebih paham, Anda dapat bertanya pada ahlinya.