Blogroll

Memahami Pengertian Perusahaan Manufaktur dan Contohnya



    Pengertian perusahaan manufaktur

    Di dunia ini hampir segala sesuatu dapat dikerjakan oleh mesin yang kemudian dapat mengalihkan tenaga ahli manusia. Untuk itu marilah memahami mengenai pengertian perusahaan manufaktur dan contohnya agar semakin mengerti istilah-istilah tersebut.
    Baca juga : pengertian dan fungsi komputer secara umum

    Pengertian Perusahaan Manufaktur secara Umum

    Secara umum pengertian perusahaan manufaktur ialah sebuah badan usaha dimana inti pekerjaannya ialah pengoperasian mesin, peralatan, serta tenaga kerja. Ketiganya akan memproses bahan mentah menjadi barang jadi yang memiliki nilai jual.

    Inti dari kegiatan perusahaan manufaktur ialah pada pengubahan bahan mentah untuk diolah menjadi barang jadi dimana memiliki nilai jual. Beberapa contohnya ialah mengolah kapas ke dalam bentuk lain seperti benang, kain, dan juga pakaian.

    Proses manufaktur atau pabrikasi membutuhkan tempat dimana terkenal dengan istilah industri atau pabrik. Di dalamnya terdapat sekumpulan peraturan-peraturan yang harus ditaati oleh semua pihak utamanya ketika sedang dalam masa pengerjaan.

    Pengertian Perusahaan Manufaktur secara Teknis

    Selain pengertian secara umum, perusahaan manufaktur juga memiliki arti dalam hal teknis. Mencakup tentang proses pengubahan bahan mentah terutama dalam bentuknya. Bertujuan memberikan nilai tambah berupa kemampuan untuk dijual.

    Pengubahannya sendiri meliputi berbagai proses baik secara kimiawi maupun fisika sehingga mampu mengubah tidak hanya bentuk, tetapi juga sifat dan tampilan. Hal ini tentu melibatkan banyak komponen hingga terciptalah satu produk.

    Selain itu, perusahaan manufaktur juga menerapkan beberapa tahap kerja dengan berbagai perakitan. Dimana masing-masingnya menjadikan bahan mentah siap menjadi barang akhir yang siap digunakan oleh masyarakat.

    Pengertian Perusahaan Manufaktur secara Ekonomis

    Tak hanya memiliki pengertian secara teknis dan umum, perusahaan manufaktur dilihat dari segi ekonomis juga mempunyai arti tersendiri. Bermaksud sebagai sekumpulan proses pengubahan sebuah bahan mentah menjadi barang jadi bernilai jual.

    Hal ini karena melihat dari segi ekonomi maka lebih menitikberatkan pada adanya perubahan nilai dari bahan mentah ke barang jadi. Dimana selanjutnya pengubahan tersebut menjadi harga jual sebuah produk yang berdasarkan pada proses awal hingga akhir pengubahan.

    Secara singkatnya ialah, melihat proses pengubahan dengan menitikberatkan pada adanya perubahan nilai tambah yang diakibatkan dari adanya perakitan tertentu. Hal tersebut menjadikan harga barang mentah menjadi lebih berarti.

    Pengertian Perusahaan Manufaktur menurut CIRP 1983

    Menurut para ahli yaitu Cirp pada tahun 1983 mendefinisikan perusahaan manufaktur sebagai sebuah rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan. Dimana meliputi desain produk, pemilihan barang, perencanaan, pembuatan, jaminan kualitas, dan penjualan.

    Kesemua proses tersebut dilakukan oleh perusahaan dengan menggunakan berbagai macam pembagian. Bertujuan agar lebih terfokus dan menjaga kualitas dari barang jadi tersebut. Selain itu, harus berurutan dan tidak bisa melompat atau mengurangi salah satunya.

    Secara singkatnya ialah perusahaan manufaktur mengerjakan berbagai pekerjaan pengubahan dari awal berbentuk bahan mentah hingga menjadi barang jadi. Tak hanya itu saja, perusahaan juga bertugas menjualkannya dengan sebelumnya sudah melewati tahap uji kualitas dahulu.

    Contoh Perusahaan Manufaktur

    Contoh perusahaan manufaktur
    Contoh perusahaan manufaktur
    Pengertian mengenai perusahaan manufaktur akan terasa lebih lengkap dengan adanya contoh-contoh konkret, Terutama barang jadinya yang dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini merupakan informasi singkat mengenai contoh perusahaan manufaktur, simak lebih lanjut pembahasannya di bawah ini.

    1. Industri Dasar Kimia

    Dalam salah satu pengertiannya, kegiatan perusahaan manufaktur melibatkan proses kimiawi dan fisika untuk mengubah bahan mentah menjadi barang jadi. Salah satu contohnya ialah terdapat pada industri dasar kimia.

    Bergerak di berbagai hasil pabrik berupa pembuatan semen, porselen, logam, kimia, plastik, keramik, dan lain-lain. Contoh industrinya yang ada di Indonesia ialah Holcim Indonesia Tbk, Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, Betonjaya Manunggal Tbk, dan masih banyak lagi. 

    2. Aneka Industri

    Di bidang aneka industri, kegiatan produksi berkaitan dengan pembuatan barang-barang berupa mesin, alat berat, otomotif beserta komponennya, tekstil, garmen, alas kaki, kabel, dan elektronika. Sesuai dengan namanya hasil produknya sangat beragam.

    Contoh dari perusahaan manufaktur dari aneka industri ialah Astra International Tbk di bidang otomotif, Goodyear Indonesia Tbk untuk kebutuhan aksesorisnya yakni ban, dan masih banyak lagi. Keberadaan pabrik-pabrik ini menjadi penyumbang berbagai kebutuhan masyarakat.

    3. Industri Barang Konsumsi

    Barang konsumsi meliputi kebutuhan pangan baik makanan maupun minuman, farmasi yakni obat-obatan,kosmetika, serta peralatan rumah tangga. Sesuai dengan namanya, penggunaan dari hasil produksinya untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat.

    Contoh industri di Indonesia yang bergerak di bidang ini ialah Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Kimia Farma Tbk, Mustika Ratu Tbk. Unilever Indonesia Tbk, dan lain-lain. Perusahaan-perusahaan tersebut memiliki anak cabang yang juga dalam bidang yang sama yakni konsumsi.

    Ciri-Ciri Perusahaan Manufaktur

    Ciri ciri perusahaan manufaktur
    Ciri ciri perusahaan manufaktur
    Setelah memahami pengertian manufaktur dari berbagai segi, maka selanjutnya ialah mempelajari tentang ciri-cirinya. Hal ini bertujuan agar bisa membedakan dengan jenis lainnya. Berikut informasi mengenai hal tersebut:

    1. Mengolah Bahan Mentah Menjadi Barang Jadi

    Berdasarkan pengertian perusahaan manufaktur dan contohnya di atas maka sudah jelaslah salah satu cirinya yaitu adanya proses pengolahan bahan mentah menjadi barang jadi. Melibatkan pula banyak tahap untuk mencapai bentuk akhirnya.

    Hasil dari pembuatan perusahaan manufaktur dapat dilihat, dirasakan, disentuh, serta digunakan langsung oleh masyarakat sebagai konsumen. Hal tersebut menjadi pembeda dari jenis lain seperti jasa dimana wujud produknya bukan berupa sesuatu yang bisa dilihat.

    2. Menggunakan Mesin Skala Besar

    Perusahaan manufaktur memiliki skala lebih besar daripada kegiatan pengubahan secara rumahan. Oleh sebab itu, mewajibkan adanya penggunaan mesin untuk mempercepat prosesnya. Selain itu, agar hasilnya seragam atau sama.

    Penggunaan mesin-mesin serta peralatan besar ini sangat membantu berbagai proses mulai dari tahap awal hingga akhir yakni penjualan ke masyarakat. Tugas sumber daya manusia di sini ialah sebagai operator dan pengontrolnya.

    3. Memiliki Biaya Produksi

    Penggunaan mesin berskala besar dan sumber daya manusia tersebut kemudian memunculkan suatu hal bernama biaya produksi. Bertujuan untuk menghitung tenaga serta kemampuan dari peralatan tersebut dari sejak awal hingga proses akhir.

    Memiliki beberapa komponen untuk menghitungnya yang mana setiap perusahaan manufaktur mempunyai perhitungan yang berbeda-beda. Disebut dengan biaya-biaya pada bahan baku, tenaga kerja, serta overhead pabrik atau BOP.

    Komponen-Komponen Biaya Produksi

    Dalam penjelasan ciri-ciri perusahaan manufaktur menyebutkan salah satunya ialah adanya biaya produksi. Hal tersebut tentu tidak memunculkan sebuah nilai begitu saja namun memiliki komponen penghitungan yang jelas. Mari simak penjelasan singkatnya berikut:

    1. Biaya Bahan Baku

    Biaya bahan baku meliputi segala keperluan dari sejak proses awal pembuatan hingga menjadi sebuah barang jadi berbentuk lain. Hal ini tentu harus dipikirkan nilainya supaya dapat ditentukan pula harga jualnya.

    Contoh dari adanya biaya bahan baku ialah adanya penggunaan material tambahan seperti pada pembuatan pelumas atau bahan bakar yang digunakan untuk jalannya mesin produksi. Jika tidak diperhitungkan maka akan mengurangi keuntungan secara halus.

    2. Biaya Tenaga Kerja

    Biaya tenaga kerja atau sering disebut dengan upah dan gaji bagi pekerja. Hal ini tentu harus dipikirkan karena meskipun pekerjaan utamanya menggunakan mesin namun tetap membutuhkan peran pengontrol dan operator.

    Bersifat langsung dan tidak dimana perbedaannya terletak pada kinerjanya terhadap proses pengerjaan barang. Contohnya seperti pekerjaan di bagian pembuatan berhadapan langsung dengan mesin dan juga peran satpam atau petugas kebersihan pabrik.

    3. Biaya Overhead Pabrik

    Biaya overhead pabrik meliputi segala hal selain tenaga kerja dan bahan baku dimana sering disingkat dengan BOP. Penggunaannya bisa jadi langsung maupun tidak langsung namun tetap berpengaruh terhadap jalannya kegiatan produksi di pabrik.

    Contoh dari biaya overhead pabrik ialah penggunaan telepon, listrik, air, pengawasan mesin pabrik, bahan penolong, dan masih banyak lagi. Dimana kesemuanya merupakan tambahan-tambahan yang juga penting sehingga harus masuk sebagai komponen biaya produksi.

    Proses Bisnis Perusahaan Manufaktur

    Dalam menjalankan bisnisnya, tentu saja perusahaan manufaktur memiliki serangkaian proses terstruktur. Berguna untuk mempertahankan berbagai kegiatan sesuai peraturan sehingga tidak memberikan dampak pada hasil kerja. Berikut informasi mengenai hal tersebut:

    1. Proses Procurement

    Proses ini berkaitan dengan pengadaan barang kebutuhan lainnya sebagai pendukung keberlangsungan kegiatan perusahaan. Bisa dalam bentuk raw material dan juga peralatan lainnya seperti alat perlindungan diri, medis, pembersih, dan lain-lain.

    Proses ini bertujuan untuk melengkapi segala kebutuhan dari pihak pekerja dalam perusahaan. Tak hanya itu, mendorong pula terjadinya kegiatan mulai dari produksi hingga pemasaran dan lainnya secara efektif dan efisien.

    2. In Out Inventory

    In out inventory berarti mengatur keluar masuknya barang dan waktu pengolahannya. Dalam arti bahan mentah dimana lebih dulu memasuki gudang produksi harus diolah terlebih dahulu sebelum menggunakan yang baru. Berlaku pula untuk barang jadinya.

    Proses penginventarisan ini bertujuan untuk menentukan masa guna dari sebuah barang jadi terutama yang berhubungan dengan perusahaan konsumsi seperti makanan dan minuman. Selain itu, untuk menjaga arus barang masuk dan keluar dari bidang produksi.

    3. Proses Produksi

    Proses produksi merupakan tahap terpenting hingga sebuah bahan mentah menjadi barang siap pakai dengan fungsi dan nilai baru. Pengolahannya hingga bersifat bisa langsung dikonsumsi atau digunakan masyarakat.

    Dalam proses produksi ini tiap perusahaan manufaktur memiliki pembagian divisi berbeda-beda dimana selalu diakhiri dengan adanya uji kualitas mutu. Berfungsi untuk menjaga keadaan barang jadi aman dan utuh hingga ke tangan konsumen.

    4. Pemasaran dan Penjualan

    Proses pemasaran dan penjualan merupakan tahap akhir hingga barang jadi sampai ke tangan konsumen. Tujuannya ialah untuk mendapatkan keuntungan melalui sasaran atau target market tertentu yang mana menjadi tugas utama bidang marketing.

    Selain itu, pekerjaannya meliputi pengenalan produk ke masyarakat, pendistribusian secara langsung, hingga penjualan langsung. Semua proses tersebut memiliki biaya masing-masing yang mana akan dicatat oleh pihak administrasi dan umum.

    5. Administrasi dan Umum

    Di perusahaan tentu ada namanya proses administrasi yang mana bertujuan untuk mencatat seluruh hal berhubungan dengan kegiatan pabrik dan kantornya. Tugasnya cukup rumit meskipun hanya melakukan pencatatan saja namun harus jelas dan rinci.

    Hal ini karena bisa menjadi salah satu penentu dari kebijakan-kebijakan tertentu hingga berbagai kegiatan lain seperti pengawasan dan kontrol pekerjaan. Beberapa contoh di antara kegiatannya ialah melakukan pencatatan pada biaya akuntansi, personalia, dan penggajian.

    6. Akuntansi dan Keuangan

    Dalam bidang akuntansi dan keuangan membahas mengenai arus perputaran biaya dalam perusahaan termasuk laba dan rugi serta pembayaran pajak. Pihak ini memastikan dan menjaga agar perusahaan tidak sampai pada titik bangkrut dan terlilit hutang terlalu besar.

    Pada proses ini membutuhkan ahli yang mana harus mampu dan jeli melihat adanya keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran. Hal ini akan mempengaruhi keputusan seperti pengambilan hutang, pemenuhan kebutuhan produksi, dan lain-lain

    Memahami lebih dalam mengenai perusahaan manufaktur akan memberikan pengetahuan baru tentang salah satu jenis industri dalam bidang pembuatan atau pemrosesan. Hasilnya pun dapat dirasakan serta berguna dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

    Penutup

    Itulah tadi penjelasan mengenai pengertian perusahaan manufaktur dan contohnya yang juga dilengkapi dengan informasi pendukung lainnya. Semoga bermanfaat bagi Anda untuk memahami tentang salah satu jenis industri atau usaha tersebut.