Blogroll

8 Cara Mencegah Infeksi Virus Ransomware Pada Windows



    Apa itu ransomware?

    Ransomware merupakan salah satu jenis virus pada komputer yang sangat berbahaya, virus ini bekerja dengan cara mengunci semua file data yang tersimpan pada komputer, baik itu lagu, video, dokumen, foto, game dan format data lainnya. Perangkat komputer yang terinfeksi virus ini, biasanya akan diberi waktu dalam batas tertentu (misal 48jam) untuk menebus data yang terkunci dengan menggunakan bitcoin yang disertai ancaman apabila tidak dibayar dalam rentang waktu tersebut data yang terkunci akan segera dihapus secara permanen.
    Baca juga : fungsi virtual memory pada komputer yang perlu diketahui
    Virus ransomware juga mempunyai banyak varian jenis dengan format encrypt yang berbeda-beda seperti djvu, gand crab ransomware, rumba ransomware, wanna cry ransomware dan lain sebagainya. Ransomware sendiri telah berhasil menginfeksi banyak pengguna komputer di berbagai belahan dunia termasuk negara kita Indonesia.

    Kehadiran virus ransomware akan sangat merepotkan, karena sekali terinfeksi, maka semua data yang tersimpan tidak dapat dibuka secara normal. Butuh waktu yang cukup lama untuk membuka kunci virus ini karena diperlukan alat decryptor yang masih terus dikembangkan oleh banyak developer antivirus ternama seperti kaspersky, bit defender, avast dan antivirus lainnya.

    Cara mencegah virus ransomware

    Cara mencegah virus ransomware
    Cara mencegah virus ransomware
    Infeksi virus ransomware juga banyak disebabkan oleh banyak faktor, baik itu kesalahan pengguna, antivirus atau hal hal lainnya. Mencegah lebih baik daripada mengobati, nah untuk mencegah infeksi virus ransomware ini anda dapat menerapkan berbagai cara yang akan saya bahas dibawah ini.

    1. Jangan install software sembarangan.

    Cara mencegah virus ransomware yang pertama ialah jangan menginstall software sembarangan, hal ini saya sarankan karena banyak sekali software diluar sana yang telah disusupi virus ransomware dan seseorang bisa saja memodifikasi program tersebut untuk menyisipkan virus ransomware pada komputer target.

    Nah solusinya ialah anda harus berhati-hati dalam melakukan instalasi dan selalu perbarui keamanan antivirus pada sistem operasi komputer anda, langkah kedua yang dapat dilakukan ialah hanya mengunduh program tersebut pada website resminya.

    2. Gunakan software original.

    Tips mencegah ransomware yang selanjutnya adalah selalu gunakan software original, hal ini dikarenakan software bajakan belum sepenuhnya aman dan kemungkinan telah disusupi berbagai macam virus atau telah dimodifikasi sedemikian rupa oleh seseorang, jadi harap berhati-hati dalam menggunakan software bajakan.

    Apabila anda tidak mampu dalam membeli lisensi original software, anda dapat menggunakan software alternatif yang memiliki fungsi serupa. Misalnya alternatif dari microsoft office adalah apache openoffice, libre office dan sebagainya. Tentu dalam melakukan tindakan ini akan meminimalisir resiko terkena infeksi virus ransomware.

    3. Gunakan software antivirus yang terpercaya.

    Terkadang antivirus yang anda gunakan juga beresiko tinggi menyebarkan virus pada perangkat komputer anda, contohnya ialah antivirus bernama sequrazo, antivirus ini telah dimodifikasi oleh pembuat dan terdapat trojan didalamnya yang membuat perangkat komputer menjadi lambat atau lemot saat terhubung ke internet.

    Solusinya ialah anda dapat menggunakan antivirus ternama seperti Kaspersky, Bit Defender, Avira, AVG dan sebagainya. Dengan melakukan tindakan ini akan mengecilkan resiko anda untuk terkena berbagai macam virus berbahaya, khususnya ransomware.

    4. Jangan mendownload file sembarangan.

    Kemudian jangan mendownload file sembarang, hal ini saya sarankan karena anda harus lebih berhati-hati dalam mendownload berbagai file yang terdapat di internet. Dalam banyak kasus, para pembuat ransomware seringkali menyisipkan virus ke dalam file dan membagikannya ke sosial media agar dapat menginfeksi komputer target.

    Solusinya ialah sebelum mendownload file di internet, pastikan untuk melakukan scanning url secara online terlebih dahulu melalui virustotal.com, cara ini terbukti ampuh dalam mengetahui virus yang tersimpan pada file melalui URL tersebut.

    5. Unduh software yang anda butuhkan melalui situs resmi.

    Cara ini terkesan sederhana namun sangat bagus untuk anda terapkan, mengingat saat ini banyak sekali situs palsu yang terlihat serupa agar dapat memanipulasi target. Nah anda juga harus teliti dalam mendownload software, pastikan telah melakukan unduhan melalui situs resmi software tersebut.

    6. Scan file terlebih dahulu melalui virustotal (online) sebelum digunakan.

    Tips mencegah ransomware yang selanjutnya adalah melakukan scan file dan url secara online melalui virustotal.com, cara ini cukup ampuh dalam mendeteksi ancaman virus yang terdapat pada file atau url yang hendak anda buka. Tentu hal ini akan meminimalisir infeksi virus ransomware, jadi tidak ada salahnya mempraktekkan cara ini.

    7. Gunakan software proteksi file tambahan, seperti deep freeze.

    Langkah selanjutnya yang dapat anda terapkan dalam mencegah ransomware ialah dengan menggunakan software proteksi tambahan seperti deep freeze. Software semacam ini mempunyai mekanisme untuk melindungi semua data yang tersimpan pada operasi sistem anda, jadi ketika program ini diaktifkan, apabila pengguna mencoba untuk menghapus data atau melakukan tindakan lainnya akan kembali pada keadaan semula seperti program ini diaktifkan.

    Hal ini juga berlaku pada virus ransomware, apabila anda teledor dan virus mulai menginfeksi perangkat komputer namun telah terpasang program deep freeze, tentu saat perangkat komputer direstart akan kembali ke keadaan semula. Banyak software alternatif lainnya dengan fungsi serupa seperti deep freeze yang melindungsi sistem operasi anda, cara ini cocok anda coba.

    8. Simpan data penting ke penyimpanan berbasis cloud, seperti google drive.

    Langkah pencegahan ransomware yang terakhir adalah melakukan backup dan menyimpan data-data penting ke penyimpanan online berbasis cloud seperti google drive, dropbox, megadrive dan sebagainya. Cara ini juga harus rutin anda terapkan (misal 3 hari sekali) dalam meminimalisir kehilangan file penting akibat infeksi virus ransomware ini.

    Penutup

    Gimana pembahasan tadi? Cukup mudah bukan?, oke demikianlah pembahasan singkat saya mengenai cara mencegah infeksi virus ransomware pada komputer windows. Saya berharap penjelasan tadi dapat bermanfaat dan berguna bagi banyak orang, sekian dan terimakasih telah berkunjung, sampai jumpa pada artikel saya selanjutnya.