Blogroll

Diagram Konteks: Pengertian, Manfaat, dan Pembahasan Lainnya



    Pengertian diagram konteks

    Saat ini teknik pemrograman komputer sepertinya tengah menjadi idola terutama para generasi muda. Namun, terkadang terkesan rumit karena penuh dengan bahasa yang asing serta pembahasan mengenai kode-kode global. Salah satunya adalah diagram konteks untuk membantu lingkup hidup sebuah sistem. Lantas apa pengertian diagram konteks itu sendiri?
    Baca juga : memahami pengertian domain controller

    Pengertian Diagram Konteks

    Sederhananya, diagram konteks merupakan platform untuk menjelaskan proses yang terdiri dari sebuah metode yang dapat menjelaskan lingkup dari sebuah sistem. Jika Anda pernah mendengar tentang data flow diagram, dua hal ini masih berhubungan satu sama lain.

    Singkatnya, diagram konteks adalah salah satu level yang ada di data flow, ini biasanya digunakan untuk menetapkan konteks serta batasan-batasan sistem pada sebuah pemodelan. Salah satu tugasnya yaitu untuk melakukan penyimpanan data eksternal lain.
    Contoh diagram konteks
    Contoh diagram konteks
    Kebanyakan orang lebih banyak mengenal Diagram Konteks dengan level 0 yang menjadi dasar atau landasan dari sistem DFD (Data Flow Instagram). Salah satu alasannya yaitu masih membutuhkan level 1 dan 2 untuk menjadi sebuah kesatuan yang sempurna. 

    Untuk membuat suatu sistem di komputer memang bukan hal yang mudah, banyak hal yang harus diperhatikan dengan teliti. Dengan kata lain, untuk membuat jaringan secara sempurna maka Anda harus memastikan setiap proses berjalan dengan lancar. Salah satunya dengan beberapa konsep berikut:

    • Proses (lingkaran).
    • Entitas eksternal (persegi panjang).
    • Data menyimpan (dua garis horizontal paralel atau bisa juga elips).
    • Arus data (garis melengkung atau lurus dengan panah yang menunjukkan arah aliran).

    Manfaat Diagram Konteks untuk Sebuah Sistem

    Setiap jaringan sistem dari komputer mempunyai manfaatnya masing-masing. Jadi tidak ada yang percuma saat Anda berusaha membangun sebuah konsep untuk diwujudkan di dunia maya. Begitupun dengan konteks diagram, berikut hal yang bisa Anda dapatkan:

    1. Bisa Diperluas

    Saat Anda sudah membuat sebuah dasar dari sebuah sistem dengan menggunakan Diagram konteks, maka kedepannya bisa dikembangkan kembali dengan data flow diagram agar lingkupnya menjadi lebih detail lagi.

    Kerja sama antara diagram konteks dan DFD merupakan perpaduan yang tepat bagi sebuah sistem manajemen keuangan atau departemen lainnya. Salah satu alasannya yaitu, Anda juga mengetahui pihak mana saja yang ikut menggunakan jaringan.

    2. Transparansi

    Sebuah sistem  yang transparan baik bagi para penggunanya. Anda bisa mengetahui siapa saja yang menggunakannya serta apa saja informasi yang bisa diakses, begitupun yang bisa didapatkan pada diagram konteks.

    Dengan kata lain, diagram konteks membuat Anda bisa melihat ruang lingkup sekaligus batas-batas suatu sistem termasuk jaringan atau sistem lain yang berinteraksi dengannya. 

    3. Menguntungkan Banyak Pihak

    Anda bisa menerima informasi dari pihak internal maupun eksternal dengan akses tidak terbatas. Alhasil, akan lebih mempermudah mencapai tujuan atau menyelesaikan permasalahan.

    Semua pihak yang ada dalam sistem tersebut akan merasakan keuntungannya dari pemangku kepentingan tertinggi, analisis data dan bisnis, sampai ke pengembang dan sistem-sistem lain yang terkait didalamnya.

    4. Mudah Digambarkan

    Jika masih berupa dasarannya saja atau belum dikembanga menjadi data flow diagram, maka mudah saja bagi developer untuk menggambarkan dan mengubah sistem yang ada di dalamnya. Alasannya yaitu karena notasi terhubung masih terbatas.

    Jika memiliki kemampuan tertentu, maka Anda pun boleh mengembangkannya menjadi lebih detail atau cukup puas hanya dengan ini saja.

    5. Mudah Dipahami oleh Siapapun

    Sebuah diagram konteks tidak memerlukan pengetahuan teknis agar mudah dijelaskan atau dipahami oleh orang banyak. Karena sistemnya yang masih sederhana dan berisi informasi umum, maka tidak ada batasan kepentingan untuk bisa masuk ke dalamnya.

    Cara Membangun Diagram Konteks

    Pentingnya sebuah diagram konteks bisa diibaratkan seperti saat membangun sebuah pondasi yang kuat bagi rumah yang kelak akan ditinggali. Tentunya Anda tidak mau landasan dari hunian tersebut rapuh dan mudah rusak. 

    Dalam artiannya, untuk membangun diagram konteks Anda harus terlebih dahulu mendiskusikan dengan pihak developer. Kemudian, bicarakan secara detail konsep sistem seperti apa yang nantinya ingin dibuat. Setelah sepakat dan mulai sepaham, barulah bisa identifikasi tentang entitas external dan aliran data. Lantas bagaimana tahapannya? simak pembahasannya di bawah ini

    • 1. Entitas External
    Salah satu dari simbol dari data flow diagram adalah entitas external, atau yang lebih dikenal dengan item eksternal. Satu hal yang membuat analisis sistem tersusun secara sistematis dan berurutan yaitu karena perannya yang sangat penting.

    Entitas external tidak tunduk pada kontrol di luar sistem, sebagai contoh pelanggan, gudang, dan semacamnya. Namun bisa membantu dalam memberikan data ke sistem, pengolahan informasi ataupun mengirim sebuah data.

    • 2. Aliran Data

    Kemudian identifikasi selanjutnya mengarah pada aliran data. Umumnya ini akan dibuat sederhana oleh para developer agar data sistem bisa bisa mudah dipahami. Biasanya, akan digambarkan dengan anak panah sebagai simbol yang sudah familiar.

    Sebagai contoh, jika Anda ingin membuat sebuah sistem tentang siklus produk di perusahaan, maka akan ada aliran data ke berbagai pengguna. Yaitu ke manajemen sumber daya, pihak pelaporan, keuangan, pendapatan, dan sampai ke buku besar.

    Melakukan Analisis Data

    • Setelah rampung dengan identifikasi dari entitas external dan aliran data, maka mulailah proses analisis beberapa hal yang akan membuat pembuatan diagram konteks. Catatlah setiap detail diskusi yang diperoleh dari developer. 
    • Identifikasi arus data yang akan terjadi dalam sistem tersebut. Pastikan tidak ada satupun yang terlewat, seperti pengarsipan dokumen, baik yang terstruktur maupun tidak. Seperti halnya data telepon, percakapan chat, email, nama konsumen, dan semua informasi dari internal.
    • Identifikasi data yang berasal dari luar atau entitas external. Anda perlu melakukan pengecekan sumber dari informasi tersebut, isi detail yang ada di dalamnya seperti apa. Hal itu untuk menjaga agar sistem tetap berjalan sesuai konsep perancangannya.
    • Berilah gambar dan label pada setiap entitas dari internal maupun external yang ada dalam sistem tersebut. Namun, usahakan berbeda agar mewakili setiap pekerjaan yang ada di dalamnya. Kemudian tambahkan juga simbol bagi perpindahan jalur atau kegiatan yang terjadi.
    • Jika sudah selesai dengan analisis-analisis tersebut, segera konsultasikan dengan developer. Akan tetapi, pastikan Anda melakukan kontrol saat proses pembuatannya agar bisa melakukan revisi saat ada hal yang tidak sesuai dengan proses identifikasi.

    Perbedaan DFD dengan Diagram Konteks

    Bagi Anda yang belum tahu betul mungkin masih menganggap kedua hal ini sama, namun sebenarnya ada perbedaan mendasar, Diagram konteks terlebih dahulu digunakan, baru setelahnya akan dimulai perancangan data flow diagram atau DFD itu sendiri.

    Diagram konteks biasanya masih bersifat umum, baru nantinya akan dijelaskan secara detail oleh data flow diagram. Artinya sebelum pembuatan DFD, dibutuhkan konteks diagram terlebih dahulu. Itulah mengapa pondasi harus kuat secara konsep agar sistem jelas bagaimana arahnya.

    Langkah Membuat DFD Secara Online

    Saat Anda ingin mengembangkan diagram konteks menjadi sebuah DFD, maka masih memerlukan 2 tahapan lagi. Yakni memecah sistem menjadi lebih kecil, kemudian lanjut ke level kedua yakni membuat rincian dari sistem yang akan dibuat, barulah menjadi suatu kesatuan yang sempurna.

    Berikut ini adalah petunjuk jika Anda ingin membuat data flow diagram secara online, beberapa tool sudah bisa digunakan untuk membuat DFD tanpa perlu repot-repot:

    • Buka browser internet dan cari web application yang membuat flowchart.
    • Masuk ke dalamnya, jika memerlukan pendaftaran maka harus sign up dulu dengan data yang dibutuhkan seperti nama, email dan sebagainya.
    • Kemudian ikuti semua petunjuk yang ada di dalamnya, tidak perlu menunggu lama karena hari itu juga sudah jadi, hal ini juga tergantung dari fasilitas web tersebut.

    Itulah beberapa penjelasan singkat mengenai pengertian diagram konteks tujuan serta manfaat yang bisa didapatkan ketika membuatnya. Jangan lupa untuk memilih developer yang bisa diajak diskusi secara menyenangkan, karena membuat sistem tidak bisa dianggap remeh begitu saja.