Blogroll

Pengertian Motivasi: Menurut Para Ahli, Teori dan Fungsinya



    Pengertian motivasi

    Motivasi memiliki peran yang cukup krusial dalam kesuksesan seseorang. Pengertian motivasi tidak hanya sekedar kata-kata, melainkan sebuah dorongan agar lebih bersemangat serta memberi rasa percaya akan diri sendiri akan keberhasilan yang akan datang. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasannya di bawah ini.
    Baca juga : pengertian dan jenis jenis cerpen yang perlu diketahui

    Pengertian motivasi secara umum

    Motivasi merupakan sebuah proses dalam menjelaskan mengenai pentingnya intensitas, ketekunan, rasa percaya, serta arah individu guna mencapai suatu impian atau tujuan sesuai dengan keinginan. Dengan begitu, bisa menjadi elemen-elemen penting dalam memacu diri.

    Motivasi juga disebut sebuah alasan yang menjadi latar belakang adanya aksi atau perbuatan individu. Memiliki alasan tinggi adalah bagian terpenting dalam memotivasi diri untuk mengejar keinginan serta bisa mencapai titik impian.

    Motivasi juga identik dengan suatu proses atau transisi seseorang ketika sedang mengalami masalah dan ingin kembali bangkit dari keterpurukan. Untuk para praktisi ini disebut dengan “Motivator”. Dalam hal ini, sudah cukup banyak yang berkecimpung di pekerjaan ini.

    Pengertian motivasi menurut para ahli

    Seperti yang sudah dibahas sebelumnya yaitu mengenai definisi motivasi secara umum ialah, sebuah dorongan kehendak yang membuat seseorang melakukan aksi atau perbuatan agar mencapai tujuan. Selain itu, beberapa para ahli juga ikut mengemukakan pendapatnya, berikut diantaranya:

    1. Mulyasa

    Menurut Mulyasa, motivasi ialah alasan dari pendorong atau penarik yang menyebabkan seseorang membuat langkah dalam menuju suatu tujuan. Seperti misalnya seorang pelajar mendapatkan satu motivasi untuk belajar lebih giat lagi.

    Selain itu, motivasi juga merupakan daya penggerak dalam melakukan sesuatu yang bersifat semangat tinggi untuk menggapai impian. Oleh sebab itu, hal ini berperan penting untuk mengubah individu dalam aksinya.

    2. Dimyati

    Mengutip sebuah pendapat para ahli, bahwa seseorang akan belajar karena didorong pada kekuatan mentalnya. Dimana hal itu berupa, keinginan, kemauan, cita-cita, serta impian di dalam diri. Itulah alasan terjadinya aksi yang diaktifkan melalui motivasi.

    3. Mc. Donald

    Motivasi merupakan sebuah perubahan energi individu dengan munculnya rasa yang didahului oleh tanggapan dari sebuah tujuan. Ada tiga elemen penting pada pengertian tersebut, yaitu energi, rasa serta tujuan.

    Motivasi itu mengawali perubahan suatu energi pada manusia atas dasar kesengajaan. Suatu rasa diperoleh dari dorongan-dorongan motivasi yang menggerakan individu agar bisa melangkah sehingga sampai pada tujuan atau suatu keinginan.

    4. Sardiman

    Sardiman menyebut bahwa motivasi merupakan sebuah motif yang dapat diartikan sebagai usaha atau daya upaya guna mendorong seseorang untuk melakukan suatu langkah. Sesuatu digerakkan dari dalam yang menyebabkan pergerakan itu terjadi.

    Berawal dari kata motif, motivasi dapat dimaknai sebagai daya dorong atau penggerak yang telah aktif didalam diri. Hal itu disebabkan, pada saat-saat tertentu, terutama pada keinginan serta kebutuhan guna mencapai suatu tujuan.

    5. Malayu

    Menurut Malayu, motivasi merupakan adopsi dari kata latin yaitu movere, yang memiliki arti pemberian daya atau dorongan agar menciptakan gairah kerja pada seseorang. Hal ini bertujuan untuk semangat dalam hal bekerja, belajar serta integrasi guna mencapai tujuan.

    Pentingnya motivasi dikarenakan menjadi penyebab, alasan, menyalurkan serta mendukung perilaku manusia agar mau melakukan sesuatu dengan optimal hingga mencapai suatu titik kepuasan atau impian setiap individu.

    6. Slameto

    Belajar mengenai motivasi merupakan suatu proses pada usaha yang dilakukan seseorang guna memperoleh perubahan-perubahan secara keseluruhan. Keadaan pribadi individu dengan mendorong keinginan agar mencapai pada sesuai dengan keinginan.

    Motivasi merupakan sesuatu yang kompleks dalam bentuk pernyataan ditujukan pada suatu individu. Salah satunya untuk mengarahkan tingkah laku agar fokus kepada goal atau tujuan yang sejak awal sudah dibuat serta direncanakan.

    Teori motivasi

    Teori motivasi
    Teori motivasi
    Seberapa kokoh motivasi yang dimiliki seseorang, akan menentukan banyak hal pada setiap kualitas perilaku, baik dalam konteks belajar ataupun lainnya. Untuk memahami mengenai motivasi lebih jauh lagi, maka akan bertemu dengan beberapa teorinya.

    1. Teori kebutuhan (Abraham H. Maslow)

    Teori satu ini dikembangkan oleh Abraham H. Maslow yang berpendapat bahwa pada intinya ada beberapa tingkat atau hierarki kebutuhan yaitu, fisiologi, rasa aman, kasih sayang, harga diri serta aktualisasi. Dimana masing-masingnya mempunyai kepentingan berbeda-beda.

    Kebutuhan yang disebut dengan fisiologis need terkadang diklasifikasikan dengan cara lain, seperti menggolongkan sebagai primary need. Terlepas dari itu, secara jelas ialah sifat serta kebutuhan setiap manusia berbeda-beda.

    2. Teori kebutuhan prestasi (Mc Clelland)

    Teori ini menyatakan bahwa motivasi memiliki sifat berbeda-beda, disesuaikan dengan kekuatan kebutuhan seseorang akan prestasi. Winardi mengutip bahwa hal ini sebuah keinginan melaksanakan tugas sulit dan dapat menyelesaikannya.

    Menurut McClelland, beberapa karakter orang yang berprestasi memiliki ciri umum yaitu, semangat mengerjakan tugas dengan tingkat kesulitan tinggi, menyukai situasi dimana upaya kinerja timbul dari diri sendiri, serta ingin mendapatkan tanggapan terhadap prestasinya.

    3. Teori ERG (Clayton Alderfer)

    Teori ini dikenal dengan nama akronim ERG yaitu, E = Existence ( kebutuhan akan eksistensi), R = Relatedness (kebutuhan hubungan), G = Growth (kebutuhan akan perkembangan). Jika makna-makna tersebut didalami, maka akan ditemukan suatu kesimpulan.

    Semakin tidak terpenuhinya kebutuhan, hal itu akan menjadikan rasa keinginan menjadi lebih besar. Kuat serta tingginya hasrat ingin memuaskan terhadap sesuatu yang bersifat tujuannya. Lalu menyesuaikan diri pada kondisi obyektif pada impian.

    4. Teori dua faktor (Herzberg)

    Salah satu ilmuwan yang dianggap berperan penting dalam memberikan kontribusi pada pemahaman motivasi. Teori Herzberg, dikenal dengan “model dua faktor” yaitu motivasional serta hygiene atau pemeliharaan.

    Menurut teori ini, motivasional ialah hal-hal yang bersifat dorongan untuk berprestasi secara intrinsik yang bersumber dari dalam diri seseorang. Sedangkan hygiene atau pemeliharaan adalah sesuatu dengan sifat ekstrinsik.

    5. Teori keadilan

    Teori ini, intinya ada pada pandangan bahwa manusia sangat terdorong perihal kesenjangan antara usaha kepentingan organisasi serta dengan imbalan. Itu berarti, seorang akan berusaha keras agar mendapatkan imbalan lebih tinggi.

    Pemeliharaan hubungan dengan pegawai berkaitan bahwa pejabat atau petugas di kepegawaian harus mewaspadai hal ini, jangan sampai ketidakadilan timbul. Jika itu terjadi maka risiko seperti, pemogokan bahkan pemberhentian kerja.

    6. Teori penetapan tujuan

    Edwin Locke memberikan pendapat bahwa dalam teori penetapan tujuan memiliki empat mekanisme motivasional. Pertama, goals mengarahkan perhatian fokus atau perhatian setiap langkah, lalu membentuk suatu upaya guna aksi.

    Kemudian meningkatkan persistensi, lalu menunjang setiap strategi yang telah dibuat atau disusun untuk rencana-rencana. Dengan begitu akan terbentuk suatu pergerakan ataupun dorong guna bisa mencapai titik tujuan.

    7. Teori harapan (Victor H. Vroom)

    Dalam bukunya yang berjudul “Work And Motivation” Victor H. Vroom mengetengahkan teori yang disebutnya teori harapan. Menurutnya motivasi adalah akibat dari hasil yang ingin dicapai oleh individu serta hal-hal terkait tindakan kepada tujuan hingga pencapaian.

    Teori harapan dinyatakan dengan cara yang sederhana, bahwa jika seseorang mengharapkan serta menginginkan sesuatu dengan besar, maka akan terdorong untuk bisa mendapatkan hal-hal seperti rencana atau titik tujuan.

    8. Teori penguatan

    Dalam kasus ini, berlakukah upaya yang lebih dikenal hukum pengaruh yang menyatakan jika manusia lebih cenderung mengulangi perilaku-perilaku dengan konsekuensi menguntungkan individunya serta menghindari sesuatu yang merugikan.

    Contoh sederhananya ialah, seorang yang mampu menyelesaikan tugasnya dengan singkat serta baik. Hal itu membuatnya mendapatkan pujian atas pekerjaannya berupa kenaikan gaji. Dengan begitu akan mendorong untuk bisa bekerja lebih baik lagi.

    Fungsi Fungsi motivasi

    Dalam proses belajar, motivasi memiliki peran yang begitu penting dan dibutuhkan. Hal itu dikarenakan seseorang yang tidak mempunyai dorongan akan mencapai tujuan, maka cenderung lebih dekat dengan kegagalan. Berikut diantaranya:

    1. Menjadi pendorong

    Motivasi berfungsi sebagai pendorong untuk seseorang dalam melakukan sesuatu yang bersifat proses menuju titik pencapaian. Menjadi penggerak langkah untuk bisa membuat tindakan dengan menjelma sebagai penyemangat pembelajaran.

    2. Menentukan tindakan

    Didalam kehidupan, tentu banyak tindakan-tindakan yang akan diambil, mulai dari risiko kecil hingga besar. Disinilah motivasi berperan penting untuk menentukan serta mengambil keputusan dari sebuah tindakan.

    3. Menentukan arah

    Motivasi dapat berfungsi dalam menentukan arah. Maksudnya ialah sebagai penunjuk setiap langkah yang diambil guna mencapai tujuan. Secara umum ada jenis dari fungsi ini yaitu, arah positif serta arah negatif, semuanya bergantung pada individunya.

    Penutup

    Itulah tadi pembahasan mengenai pengertian motivasi, definisi hingga fungsinya. Berproses serta percaya akan potensi adalah bagian terpenting dalam langkah mencapai tujuan, semoga penjelasan di atas tadi dapat berguna serta bermanfaat bagi banyak orang. dan seperti biasa terimakasih telah berkunjung di website masdzikry. sampai jumpa pada artikel selanjutnya.